karhutla terjadi daftar satwa yang terdampak - News | Good News From Indonesia 2026

Karhutla Masih Terjadi: Ini Daftar Satwa yang Terdampak

Karhutla Masih Terjadi: Ini Daftar Satwa yang Terdampak
images info

Karhutla Masih Terjadi: Ini Daftar Satwa yang Terdampak. Foto: Kementerian Kehutanan


Sejak Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di balik asap tebal, banyak satwa ikut kehilangan rumah dan sumber makanannya.

Kabar baiknya, tim BKSDA, lembaga konservasi, dan warga terus bergerak untuk menyelamatkan mereka. Mari kenali satwa yang terdampak dan bagaimana upaya penyelamatannya.

Karhutla Masih Berlangsung: Habitat Satwa Ikut Terbakar

Menurut Kementerian Kehutanan (22/9) yang dilansir CNN Indonesia, sekitar 100 satwa liar sudah dievakuasi di enam provinsi prioritas: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sebagian besar satwa yang dievakuasi berada di Pulau Kalimantan.

Daftar Satwa yang Terdampak

Orangutan

Orangutan menjadi satwa yang paling banyak dievakuasi. Menurut Yayasan Insiiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) per 16/9/2026, 21 orangutan sudah diselamatkan di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Di Kalimantan Timur, BKSDA Kaltim menangani 19 orangutan selama Agustus sampai September 2026. Selain itu, 11 orangutan dari Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang di kawasan Samboja dipindahkan ke kandang karantina Kilometer 38 agar terhindar dari asap.

baca juga

Salah satu kisahnya terjadi di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan, Kayong Utara. Menurut Kemenhut, seorang warga bernama Ade melaporkan ada orangutan di kebun sawitnya pada 10 September. Laporan itu diteruskan hingga tim gabungan bergerak pada 12 September dan membius seekor induk betina berusia sekitar 20 tahun bernama Mama Penja, bersama anak jantannya, Penja, yang berusia satu tahun. Dokter YIARI menemukan luka bakar di tangan dan kaki Mama Penja, memberinya pengobatan, lalu membawa keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI.

Melansir dari CNN Indonesia, di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, orangutan betina bernama Sindi dievakuasi dengan bantuan Orangutan Foundation International. Saat ditemukan, Sindi terus berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan proses evakuasi. Ia berada di dahan tinggi dan tanah di bawahnya masih menyimpan api. Petugas menunggu momen yang tepat untuk membiusnya, lalu memanjat pohon untuk menurunkannya dengan hati-hati.

Trenggiling

YIARI mencatat tujuh trenggiling dievakuasi di Kalimantan Barat per 16 September. Di Kotawaringin Timur, tim pemadam berhasil menyelamatkan seekor trenggiling seberat sekitar 10 kilogram dari kobaran api.

Bekantan

Di Kalimantan Selatan, karhutla ikut mengancam bekantan. Melansir dari Mongabay, pada Minggu, 13 September, warga dan petugas di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, menemukan 11 bekantan mati, terdiri dari sepuluh dewasa dan satu anakan.

baca juga

BKSDA Kalsel mencatat 12 bekantan terdampak, bersama satu ular piton dan satu king kobra. Di tempat lain, YIARI mencatat dua bekantan dievakuasi di Kalimantan Barat.

Kukang, Lutung, dan Musang

Satwa yang lebih kecil juga ikut terdampak. YIARI mencatat masing-masing satu kukang kalimantan, lutung kelabu, dan musang tenggalung dievakuasi di Kalimantan Barat. Di Kalimantan Timur, BKSDA menangani lima kukang dan tiga lutung kelabu.

Di Kota Besi, Kotawaringin Timur, seekor kukang ditemukan warga pada Senin, 21 September, di sekitar permukiman dalam kondisi terluka karena diduga tersengat listrik. Meski sempat dirawat dokter hewan, kukang itu akhirnya mati. Seputar Borneo melaporkan kasus ini bersama satwa lain yang terdampak ancaman karhutla.

Satwa Lain di Kalimantan Timur

Menurut BKSDA Kaltim (6/10), dua elang, satu beruang madu, dan satu tarsius ikut ditangani karena habitatnya terancam rusak. Secara keseluruhan, BKSDA Kaltim menangani 39 individu satwa selama Agustus sampai September 2026.

baca juga

Kenapa Satwa Terdampak Meski Tidak Terkena Api

Menurut Dr Abdul Haris Mustari dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, kerusakan habitat adalah ancaman serius bagi keanekaragaman hayati karena fungsi ekologis hutan bisa hilang dalam waktu singkat.

Satwa bisa terdampak walaupun tidak terkena api secara langsung. Hilangnya habitat memaksa satwa kabur atau dipindahkan ke tempat lain. Makanan yang ikut terbakar, sumber air yang berkurang, dan hutan yang terpecah bisa memicu kematian satwa.

Selain kematian satwa, konflik antara satwa dan manusia bisa terjadi. Kemenhut mencatat banyak satwa yang dievakuasi karena mulai masuk ke permukiman dan kebun warga.

Siapa yang Menyelamatkan dan Bagaimana Prosesnya

Penyelamatan satwa melibatkan banyak pihak: BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI, BKSDA Kaltim lewat Wildlife Rescue Unit-nya, Orangutan Foundation International, tim pemadam, dan warga yang melapor.

baca juga

Biasanya prosesnya dimulai dari laporan warga, lalu tim gabungan datang ke lokasi, memeriksa kondisi satwa, dan memberi perawatan. Setelah itu, penanganan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satwa: rehabilitasi, translokasi, evakuasi, atau penitipan sementara.

Satwa yang perlu dipindahkan dibawa ke lokasi yang lebih aman, seperti Cagar Alam Muara Kaman Sedulang, Hutan Lindung Batu Mesangat, kawasan PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia, dan Hutan Lindung Sungai Wein.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga

Kemenhut mengimbau warga agar tidak menangkap atau mengevakuasi satwa liar sendiri. Kalau menemukan satwa yang terdampak karhutla, warga diminta untuk menghubungi petugas, menyebutkan lokasi secara jelas, dan menceritakan kondisi satwanya. Apabila memungkinkan, ambil foto untuk dokumentasi, lalu serahkan penanganannya kepada petugas.

Untuk wilayah Kalimantan, Kawan bisa menghubungi Call Center Penyelamatan Satwa Liar:

baca juga

  • BKSDA Kalimantan Barat: 0811-577-6767
  • BKSDA Kalimantan Tengah: 0811-5218-500
  • BKSDA Kalimantan Timur: 0821-1333-8181

Sampai hari ini (7/10/2026), belum ada yang tahu pasti berapa banyak satwa yang terdampak karhutla di seluruh Indonesia, karena karhutla masih terus terjadi di berbagai wilayah. Hutan yang terbakar adalah rumah bagi orangutan, bekantan, trenggiling, dan banyak satwa lain. 

Indonesia dihuni manusia dan satwa sekaligus. Di tengah asap yang tebal dan panasnya rumah mereka, sudah semestinya kita ikut membantu, mulai dari langkah kecil sekalipun, seperti melapor ke petugas dan menyerahkan penanganannya kepada mereka.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.