saat awak gnfi switch career jadi atlet mini soccer menjajal media cup 2026 di bawah teriknya jakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Saat Awak GNFI "Switch Career" Jadi Atlet Mini Soccer: Menjajal Media Cup 2026 di Bawah Teriknya Jakarta

Saat Awak GNFI "Switch Career" Jadi Atlet Mini Soccer: Menjajal Media Cup 2026 di Bawah Teriknya Jakarta
images info

Tim GNFI di Media Cup 2026 | GNFI


Senin, 19 Oktober 2026 jadi hari yang berbeda bagi sejumlah awak GNFI. Mereka mendadak harus "switch career" menjadi atlet mini soccer untuk sejenak.

GNFI ambil bagian dalam ajang bertajuk Media Cup 2026. Untuk diketahui, Media Cup adalah turnamen mini soccer yang mempertemukan berbagai tim dari instansi media massa di Indonesia untuk mempererat silaturahmi, dan merayakan semangat olahraga. Ajang ini diselenggarakan oleh PSSI Pers, perkumpulan yang mewadahi para wartawan sepak bola nasional.

Meski Media Cup 2026 bukan turnamen profesional, bermain di sana bukan perkara mudah. Pasalnya, pertandingan dijadwalkan pada pagi menjelang siang hingga tengah hari. Sambil dikepung oleh teriknya cuaca ibu kota siang itu, para pemain harus berjibaku di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat.

Panas tidak membuat gentar tim GNFI. Di Media Cup 2026, GNFI melangkah dari babak play-off yang diikuti oleh total tim. Untuk bisa lolos ke putaran final yang dijadwalkan digelar pada November mendatang, Julian "Hubner" Lotus dan kawan-kawan harus menang dalam laga pertama untuk melangkah ke semifinal yang sekaligus jadi laga penentu kelolosan. Nah, GNFI harus menang lagi di semifinal tersebut untuk mengunci satu dari dua tiket ke putaran final yang tersedia.

Pada pertandingan pertama, GNFI berhadapan dengan tim Radio Republik Indonesia (RRI). Dipimpin oleh Taufik Sanjaya yang sehari-harinya bertindak sebagai produser video GNFI, Dewi Fortuna seakan berpihak kepada anak-anak Tebet Barat. Tanpa kesulitan berarti, kemenangan 3-1 berhasil diraih dengan gol dari Dimas Wahyu Indrajaya sang kontributor khusus sebagai game killer.

Sementara GNFI lolos ke semifinal, Garuda TV sudah menunggu di laga berikutnya. Tim dari stasiun televisi nasional beken itu terlebih dahulu mengalahkan iNews TV tiga gol tanpa balas.

Jadilah, GNFI dan Garuda TV berebut tiket ke putaran final. Kali ini, laga berjalan cukup berat. Sejak awal laga, GNFI terus menerima rentetan serangan Garuda TV. Di sisi lain, bukan sekali dua kali GNFI berusaha melancarkan serangan balasan yang dimotori oleh Deni Mawdudy sang fotografer, kamerawan, sekaligus editor video handal GNFI.

Laga berjalan panas dengan kerap terjadinya duel fisik antarpemain. Bahkan, GNFI dan Garuda TV sama-sama kehilangan satu pemainnya akibat kartu merah. Singkat cerita, GNFI kebobolan 3 gol dan hanya bisa membalas sebiji gol. Bukan ke Tebet Barat, tiket lolos terbang ke Kebon Sirih.

Untuk diketahui, selain Garuda TV yang mengalahkan GNFI, satu tiket lain ke putaran final direbut oleh tim BTV yang mengalahkan Nusantara TV 3-1 dan Akurat.co dengan skor 3-0.

Tim GNFI di Media Cup 2026 | GNFI

baca juga

Pengalaman Pertama yang Berkesan di Media Cup 2026

Meski belum berhasil melaju ke putaran final, dua laga hari itu menjadi momen spesial bagi GNFI. Sebab, ini adalah kali pertama GNFI berpartisipasi dalam Media Cup.

Spesialnya momen ini dirasakan betul oleh jurnalis GNFI, Rizky Kusumo. Apalagi panas terik jadi hal yang membuat laga semakin menantang.

"Sangat luar biasa. Di tengah terik matahari, panas jam 12. Bahkan Ole Romeny nggak bakal kuat," kata Rizky.

Soal kekalahan, Rizky tampak santai dan lebih memilih menikmati laga. Baginya, satu gol ke gawang Garuda TV pun cukup untuk membuktikan ketangguhan para penggawa GNFI.

"Kita mencetak satu gol. Ini adalah bentuk perlawanan," tuturnya lagi.

Sementara itu bagi Dimas, hasil juga tak jadi soal. Kekalahan dianggapnya bukan hal yang perlu dipermasalahkan.

"Kami bangga, terima kasih kepada para pemain dan ofisial tim. Kami bermain lebih baik tahun depan. Kami akan lolos, kami janji," tutur pria asal Jakarta Timur itu.

Berlaga di Media Cup 2026 juga bukan berarti bebas dari tugas harian. Pasalnya, pada sore hari setelah pertandingan, GNFI punya jadwal wawancara eksklusif dengan pemain Timnas Indonesia, Marc Klok. Jadilah, para "pesepak bola dadakan" ini harus mewawancarai pesepak bola sungguhan.

baca juga

 

 

 

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.