pernah alami tindihan yuk kupas fenomena sleep paralysis dari sisi medis - News | Good News From Indonesia 2026

Kerap Dikira Ulah "Makhluk Halus" oleh Masyarakat Indonesia, Ini Penjelasan Medis soal Ketindihan

Kerap Dikira Ulah "Makhluk Halus" oleh Masyarakat Indonesia, Ini Penjelasan Medis soal Ketindihan
images info

Foto oleh Slaapwijsheid.nl di Unsplash


Terbangun dini hari dengan mata terbuka, tetapi tubuh kaku dan dada terasa tertindih, sering dianggap ulah makhluk halus atau jin. Padahal, ilmu saraf punya penjelasan lain. Kondisi bernama sleep paralysis ini terjadi saat otak sudah sadar sementara otot belum selesai beristirahat, dan umumnya tidak berbahaya. Meski begitu, ada cara mengatasi dan mencegahnya

Otot Masih Tidur Saat Otak Terbangun

Sleep paralysis atau ketindihan adalah kondisi ketika seseorang sadar, tetapi tidak bisa bergerak atau berbicara saat hendak tidur maupun baru bangun. Selama episode, mata tetap bisa terbuka sehingga penderita melihat sekelilingnya, meski tubuh terkunci. Episodenya biasanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.

Pada fase tidur Rapid Eye Movement (REM), otak sengaja melumpuhkan otot agar tubuh tidak ikut bergerak mengikuti mimpi. Kelumpuhan sementara ini disebut atonia. Hal ini menjadi masuk akal mengapa bisa terjadi, karena bayangkan saja otot kita masih tertidur, sementara otak sudah terbangun.

Jurnal Flourishing terbitan Universitas Negeri Malang menjelaskan, penghambatan zat kimia otak GABA dan glisin pada saraf motorik menyebabkan atonia tersebut. Para penulisnya menyingkat sleep paralysis menjadi SP dan merumuskan bahwa SP terjadi ketika kelumpuhan ini berlanjut ke tahap berikutnya.

Berdasarkan tinjauan dari dr. Robby Firmansyah Murzen, ketindihan dibagi menjadi dua jenis. Hypnagogic terjadi saat akan tertidur, sedangkan hypnopompic muncul ketika seseorang terbangun sebelum fase REM selesai. Pada kedua jenis, penderita biasanya mengingat jelas kejadiannya.

baca juga

Tindihan Menurut Kepercayaan Masyarakat Indonesia

Di Indonesia, ketindihan atau tindihan dianggap gangguan makhluk halus yang menindih dada saat tidur. Kepercayaan serupa tercatat di banyak negara, seperti Kanashibari di Jepang, Old Hag di Kanada, dan Pandafeche di Italia.

Dalam pandangan Islam, tindihan dapat dipicu karena gangguan jin atau setan yang sering disebut Al-Jatsum. Pada momen itu, setan memanfaatkan kondisi fisik atau spiritual seseorang saat lemah untuk menakut-nakuti. Karena itu, umat Muslim dianjurkan membaca Ayat Kursi dan Tiga Qul serta berwudu sebelum tidur.

Para ilmuwan menelaahnya dengan biokultural (biocultural approach), yaitu melihat peran biologi tubuh sekaligus keyakinan budaya. Hasil riset tersebut tidak ada bukti ilmiah keterlibatan makhluk gaib, tetapi keyakinan budaya memengaruhi wujud halusinasi. Riset di SAGE Journals mencatat, penyebab klinisnya adalah waktu REM yang tidak tepat.

Lalu kenapa sering melihat sosok hitam saat tindihan? Berdasarkan kajian Jurnal Flourishing, amigdala, bagian otak pengatur emosi, aktivitasnya meningkat sehingga otak memproyeksikan ketakutan terburuk ke ruangan. Jadi anggapan 'ulah makhluk gaib' adalah tafsiran budaya dan keyakinan spiritual yang muncul sejak zaman dulu, yang mana untuk menjelaskan fenomena medis pada saat itu belum ada ilmu pengetahuannya.

baca juga

Apa sih Penyebab Tindihan?

Berdasarkan artikel Alodokter mencatat sejumlah faktor pemicu, antara lain kurang tidur, pola tidur yang berubah akibat kerja shift malam, stres berat, serta konsumsi kafein atau alkohol berlebihan.

Kondisi psikologis juga berperan. Studi pada pengungsi Kamboja dalam jurnal tersebut menemukan, penderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) lebih sering melihat sosok mendekat dan mengalami serangan panik.

Pengalaman ini sangat umum. Dalam tinjauan dr. Robby Firmansyah di artikel Alodokter menyebutkan bahwa,

β€œSetiap orang setidaknya bisa mengalami 1-2 kali sleep paralysis atau ketindihan. Kondisi ini biasanya mulai muncul pada usia 14-17 tahun,” jelasnya.

Ketindihan lebih sering dialami penderita narkolepsi, yakni gangguan tidur yang membuat seseorang sulit mengendalikan kantuk. Jika berulang, kondisi ini dapat memicu kecemasan dan insomnia berat.

baca juga

Photo by Annie Spratt on Unsplash
info gambar

Photo by Annie Spratt on Unsplash


Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tim medis Siloam Hospitals menegaskan bahwa sleep paralysis bukan sesuatu yang membahayakan. Panik justru membuat seseorang semakin tertekan. Pada saat terjadi, tarik napas dalam-dalam, lalu coba gerakkan ujung jari tangan atau kaki perlahan agar kesadaran tubuh kembali.

Pencegahannya dimulai dari kebiasaan tidur sehat. Beberapa dokter menyarankan tidur 7-9 jam setiap harinya dengan jadwal yang teratur, serta menjauhkan ponsel sebelum tidur. Hindari pula kafein pada sore hari dan olahraga terlalu dekat waktu tidur. Kebiasaan ini membantu siklus tidur berjalan teratur.

Yoga atau latihan pernapasan secara rutin juga bisaa menjadi pilihan, begitu pula menyiapkan kamar yang nyaman, tidak terlalu terang, dan tidak terlalu berisik.

Bila ketindihan sering terjadi hingga membuat takut dan sulit tidur, konsultasikanlah ke dokter. Pemeriksaan seperti polisomnografi dapat mendeteksi gangguan tidur, sedangkan terapi perilaku kognitif membantu mengurangi pikiran negatif yang mengganggu tidur.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

US
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.