SUMATERA BARAT | SAGOE TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan evaluasi pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari penyusunan masukan strategis pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Evaluasi tersebut difokuskan pada pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Lima Puluh Kota, sekaligus peninjauan lokasi yang disiapkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) pada tahap pemulihan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis, kebutuhan penyintas, serta selaras dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, memimpin langsung evaluasi lapangan dengan meninjau lokasi persiapan pembangunan huntap di Kabupaten Solok. Ia menyampaikan bahwa evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari progres fisik pembangunan huntara, kualitas bangunan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Selain itu, kami juga menilai kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan dan kelayakan hunian, serta menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya,” ujar Rustian, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi, pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar secara umum telah berjalan. Namun demikian, BNPB masih mencatat sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain hunian dengan kebutuhan keluarga penyintas, serta percepatan penyelesaian pembangunan di beberapa titik.
Baca Selengkapnya

