mengenal dalem rumah joglo khusus para bangsawan keraton - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Dalem, Rumah Joglo Khusus Para Bangsawan Keraton

Mengenal Dalem, Rumah Joglo Khusus Para Bangsawan Keraton
images info

Kediaman Sultan di Keraton Yogyakarta | Source: Wikimedia Commons


Apabila Kawan GNFI ditanya tentang rumah tradisional Jawa, mungkin yang terlintas di benak Kawan adalah joglo. Dinamakan demikian karena bentuk atapnya berupaĀ joglo.

Joglo merupakan rumah yang cukup populer khususnya di kalangan para bangsawan keraton. Rumah jenis ini mencerminkan pribadi bangsawan keraton serta dapat memberikan kebahagiaan lahir dan batin,Ā lho.

Pernahkan Kawan GNFI bertanya tentang perbedaan rumahjoglo para bangsawan keraton dengan rumahĀ joglo lainnya? Yuk, kita telusuri!

Apa itu Rumah Joglo?

Rumah tradisional Jawa berkembang berdasarkan bentuk atapnya. Dalam sejarahny, bentuk atap ini terbagi menjadi empat jenis yaitu berbentukĀ kampung,Ā limasan,Ā tajug, joglo, dan/atau varian dari masing-masing bentuk tersebut.

Mengutip dari situs Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, bentuk rumah tradisional Jawa awalnya mengacu pada bentukĀ tajug. AtapĀ tajug ini berbentuk bujur sangkar dengan empat sisi yang sama panjang. Dari bentuk atap ini, kemudian berkembangĀ joglo, yang pada dasarnya merupakan gabungan dari dua atapĀ tajug.

baca juga

IstilahĀ joglo sendiri berasal dari kataĀ jug-loro,Ā yaituĀ tajug-loro, yang berarti dua atapĀ tajug. Pada bangunan joglo, terdapat rangkaian balok kayuĀ (balungan) di bagian tengah yang disebutĀ gajah.

Dalem, Rumah Joglo Bangsawan Keraton

RumahĀ joglo yang dihuni oleh keluarga atau kerabat keraton disebut denganĀ dalem, yang dalam bahasa Jawa berarti rumah. RumahĀ dalem ini memiliki perbedaan mencolok dibandingkan dengan rumah masyarakat biasa. Perbedaan ini terletak pada ukuran, struktur, dan jumlah ruangan.

Salah satu ciri khasĀ dalem adalah luasnya halaman serta jumlah ruangannya yang lebih banyak dan bervariasi.Ā Atap jenisĀ joglo sangat cocok untuk rumah besar yang membutuhkan banyak tiang penyangga. Selain itu, ukuran bangunan yang besar memungkinkan adanya ruang tambahan di samping ruang inti.

Museum Sonobudoyo (Dahulu Dalem Keraton Yogyakarta) | Source: KITLV
info gambar

Museum Sonobudoyo (Dahulu Dalem Keraton Yogyakarta) | Source: KITLV


Secara umum, baik rumah masyarakat biasa maupun rumah bangsawan memiliki tiga bagian utama yaitu ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang yang terdiri dariĀ senthong kiwa,Ā senthong tengah, danĀ senthong tengen. Namun, rumah bangsawan memiliki tambahan ruang sepertiĀ pendapa,Ā peringgitan,Ā sertaĀ dalem/omah jero yang tetap mempertahankan strukturĀ senthongĀ di dalamnya

baca juga

Rumah bangsawanĀ ningrat (keturunan Sultan) memiliki elemen tambahan yang tidak ditemukan pada rumah masyarakat dan bangsawan biasa. Perbedaan tersebut terletak pada adanyaĀ gandhok yaitu ruang panjang di sisi kanan dan kiri yang berfungsi sebagai tempat tinggal.

Selain itu, kompleks rumah ini dikelilingi olehĀ betengĀ (dinding tinggi) dengan pagar depan yang disebutĀ regol. Di antaraĀ regol serta jalan umum terdapat jalan kecil bernamaĀ gledegan. Rumah ini juga memiliki jalur khusus untuk kereta yang disebutĀ longkongan.

Dalem di Keraton Yogyakarta

Mengutip dari babad.id. di keraton Yogyakarta saat ini, setidaknya ada 13 rumahĀ dalem, diantaranya:

Ndalem Pakuningratan | Source: Jogjacagar - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta
info gambar

Ndalem Pakuningratan | Source: Jogjacagar - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta


  1. Dalem Condrokiranan yang kini menjadi Museum Sonobudoyo II
  2. Dalem Suryoputro Baru, didirikan oleh Sultan Hamengkubuwana VI untuk anaknya B.R.M. Suryo Putro
  3. Dalem Benawan, didirikan tahun 1930-an oleh Pangeran Suryo Negara, anak Sultan Hamengkubuwana VIII.
  4. Dalem Mangkubumen, sekarang menjadi sekolah
  5. Dalem Purbonegaran, didirikan tahun 1828.
  6. Dalem Joyokusuma
  7. Dalem Purbayan
  8. Dalem Pakuningratan, dibangun oleh Hamengkubuwana VII kepada anaknya Hamengkubuwana VIII tahun 1877.
  9. Dalem Kaneman, didirikan tahun 1855
  10. Dalem Sastrosupratan, didirikan tahun 1920
  11. Dalam Djoyokusuman
  12. Dalem Suryoputro Lama, kini digunakan sebagai asrama polisi
  13. Dalem Ngabean, sekarang menjadi restoran.

Kawan GNFI, itulah gambaran mengenai ragam bentuk rumah tradisional Jawa. Apakah Kawan GNFI sudah pernah mengunjungi rumah-rumahĀ dalem? Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang menyimpan warisan arsitektur tradisional tersebut.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ID
IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.