Lantai bursa mengawali kalender 2026 dengan rapor hijau setelah Indeks Harga Saham Gabungan langsung menguat 0,34 persen pada pembukaan perdagangan Jumat pagi. Momentum positif ini mengikuti pencapaian sepanjang tahun 2025 di mana IHSG berhasil mencetak 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa dengan nilai kapitalisasi pasar melampaui Rp16.000 triliun.
Meskipun kinerja saham unggulan LQ45 dinilai masih tertinggal, kontribusi pasar modal terhadap produk domestik bruto kini telah merangkak naik ke angka 72 persen.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan ambisi besar untuk membawa bursa Indonesia masuk ke jajaran sepuluh besar dunia dalam lima tahun mendatang. Target jangka pendek difokuskan pada perluasan basis investor yang diharapkan mencapai dua juta orang pada tahun ini guna memperkuat likuiditas domestik. Langkah inovasi produk dan sistem perdagangan terus dipacu agar pasar modal nasional semakin kompetitif di kawasan regional.
“IHSG mampu menembus level 10.000 pada 2026. Kegagalan mencapai target 9.000 pada 2025 dipengaruhi oleh desain kebijakan yang kurang tepat, namun masuknya lebih banyak investor akan menjadi pendorong utama penguatan tahun ini,” ujar Purbaya.
Optimisme pemerintah tersebut muncul di tengah fase konsolidasi pasar yang masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kebijakan tarif Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur. Pelaku pasar kini cenderung mencermati rilis data Purchasing Managers' Index serta arah kebijakan suku bunga domestik sebagai kompas investasi.
Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan sinyal perbaikan meski volume transaksi pada awal tahun cenderung tipis dengan level resistance terdekat berada pada kisaran 8.600.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


