Upaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi prioritas utama kebijakan fiskal di awal tahun 2026. Daftar bansos yang akan dicairkan mencakup komoditas pangan pokok hingga dana tunai guna mendukung kebutuhan dasar rumah tangga serta akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penyaluran bantuan pangan beras yang dikelola oleh Perum Bulog dengan target sebaran mencapai 18 juta penerima manfaat. Selain itu, program rutin yang telah berjalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetap dialokasikan secara bertahap sepanjang tahun. Penyaluran ini menggunakan basis data terpadu guna memastikan bantuan tepat sasaran dan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem di berbagai wilayah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, merinci kesiapan armada pangan untuk mendukung program tersebut.
"Penyaluran bantuan pangan untuk empat bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan. Kami akan menggelontorkan bantuan tersebut secara bertahap guna memastikan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tetap terjaga," jelas Rizal.
Berikut adalah bantuan yang dijadwalkan cair sepanjang tahun 2026:
- Bantuan Pangan Beras: Penyaluran total 720 ribu ton beras yang diberikan selama empat bulan kepada 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan tunai yang diberikan dalam empat tahap per kuartal bagi keluarga yang terdaftar dalam DTKS Kemensos.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Subsidi senilai Rp200 ribu per bulan yang biasanya dicairkan setiap dua bulan sekali (Rp400 ribu) dalam bentuk uang tunai.
- Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan biaya pendidikan bagi siswa sekolah guna mencegah angka putus sekolah dan meringankan beban operasional pendidikan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


