Pemerintah mempercepat pembangunan 100 unit gudang baru milik Perum Bulog dengan total investasi mencapai Rp5 triliun. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan produksi beras nasional yang mulai melampaui kapasitas penyimpanan eksisting di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa proyek ini didukung oleh Perpres Nomor 14 Tahun 2026 guna memperkuat ketahanan pangan. Dana pembangunan bersumber dari APBN melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada.
Gudang baru tersebut akan dilengkapi teknologi penyimpanan hasil kerja sama dengan BRIN yang diklaim mampu menjaga kualitas beras hingga dua tahun. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan tetap optimal tanpa melalui proses fumigasi atau penggunaan bahan kimia tambahan.
"Anggarannya Rp5 triliun untuk 100 gudang. Teknologi dari BRIN memungkinkan beras tahan selama 2 tahun tanpa penurunan kualitas," ujar Zulkifli Hasan, Rabu (22/4).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa penggunaan sistem mekanisasi dan otomatisasi akan membuat beras lebih sehat serta higienis. Pembangunan akan tersebar di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan lahan milik Bulog serta hibah dari pemerintah daerah.
Total kapasitas tambahan dari proyek ini diperkirakan mencapai 900.000 ton guna mengatasi kondisi overload di gudang-gudang konvensional. Penambahan infrastruktur ini sekaligus mengurangi ketergantungan pemerintah pada skema sewa gudang swasta yang selama ini membebani anggaran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


