Kementerian Kelautan menambah cakupan wilayah konservasi hingga mencapai total 30,9 juta hektare di penghujung 2025. Penambahan seluas 1,09 juta hektare tersebutmelampaui target awal yang ditetapkan sebesar 700.000 hektare.
Dari total luasan tersebut, sebanyak 19,27 juta hektare telah dikelola secara efektif berkat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga mitra internasional dalam menjaga kelestarian bentangan alam bawah laut nusantara.
Selain perlindungan wilayah, KKP juga mengarah pada perlindungan spesies dan pengembangan pasar karbon biru. Sebanyak 48 jenis biota laut kini telah resmi ditetapkan sebagai spesies dilindungi guna menjaga keanekaragaman hayati. KKP juga tengah menyiapkan fondasi ekonomi rendah karbon dengan memetakan 20 lokasi perencanaan karbon biru.
Pemutakhiran data menunjukkan adanya potensi besar pada habitat bentik laut dangkal seperti padang lamun dan terumbu karang seluas 2,27 juta hektare yang dapat dioptimalkan sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim global.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menjelaskan bahwa capaian ini akan terus ditingkatkan melalui program-program strategis di tahun mendatang.
“Ke depan, agenda ini akan semakin diperkuat melalui PROTEKSI atau Program Terpadu Restorasi Ekosistem dan Konservasi. Sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan kawasan yang sudah ditetapkan mampu dikelola secara efektif untuk kesejahteraan berkelanjutan,” ujar Koswara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


