Tim junior Indonesia bersiap menghadapi Korea pada laga pembuka Grup D Kejuaraan Asia Junior 2026 di Kumamoto, Jepang, Jumat (26/06/2026). Skuad Garuda Muda mengejar persiapan maksimal guna menentukan langkah menuju fase gugur. Laga perdana ini menjadi ujian krusial mengingat kedua negara memiliki sejarah bulutangkis yang kuat.
Manajer tim, Eskar Denatara, menyebut fisik atlet sudah mencapai 90 persen setelah menjalani sesi pengondisian. Selain Korea, Indonesia akan bersaing dengan Macau China dan Malaysia di penyisihan grup. Para atlet diharapkan mencapai performa puncak demi hasil positif di hari pertama kompetisi.
Eskar menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktik menghadapi lawan yang sulit.
“Kesiapan fisik, mental, taktik strategi itu sudah kami lakukan dengan sebaik mungkin,” ungkapnya sembari berharap para atlet mengeluarkan potensi terbaik guna memberikan awal yang baik bagi tim.
Kapten tim Muhammad Rizki Mubarrok menyoroti tantangan teknis berupa pencahayaan silau serta embusan angin di arena. Pemain juga harus beradaptasi dengan sistem skor relay point yang menuntut konsentrasi tinggi. Kondisi ini memaksa pemain harus segera fokus sejak awal gim dimulai.
Barrok menilai gim pendek dalam format baru tidak memungkinkan pemain bertempo lambat.
“Ini gim-gim pendek yang cepat jadi kami tidak bisa main santai. Masuk lapangan tidak boleh cari-cari, harus langsung in,” tegas spesialis ganda tersebut.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Macau China pada Sabtu dan Malaysia pada Minggu mendatang. Seluruh pertandingan penyisihan grup tersebut akan dimulai pukul 07.00 WIB. Tim Merah Putih berkomitmen menjaga fokus demi mengamankan tiket fase knockout.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


