Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, kian mengukuhkan perannya sebagai markas wisata kapal pesiar internasional berkat dukungan integrasi layanan dan infrastruktur dermaga yang memadai.
Pelabuhan ini kini mampu melayani kapal pesiar jumbo sebagai destination port sekaligus menyediakan layanan embarkasi dan debarkasi penumpang (turn around).
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram, menegaskan kesiapan tersebut.
“Kami memastikan seluruh pelayanan kapal pesiar, termasuk yang sandar dalam periode berdekatan, berjalan aman, lancar, dan sesuai standar operasional,” ujarnya dikutip dari Antara.
Peningkatan layanan ditopang perluasan kapasitas dermaga timur dari 350 meter menjadi 500 meter, sehingga dapat menampung dua kapal pesiar jumbo secara bersamaan.
Dalam kurun 1–13 Januari 2026, sebanyak enam kapal pesiar singgah di Benoa dengan total 5.500 penumpang dan 2.802 kru. Kapal-kapal tersebut antara lain Ovation of the Seas, Le Jacques Cartier, Seven Seas Navigator, Regatta, Viking Orion, dan Paspaley Pearl. Bahkan pada 11–12 Januari 2026, dua kapal pesiar dilayani secara paralel.
“Pelayanan paralel ini menunjukkan kesiapan Pelabuhan Benoa dalam mengelola operasional kapal pesiar secara terintegrasi,” kata Agung.
Selama berada di Bali, wisatawan kapal pesiar mengunjungi berbagai destinasi unggulan dan menggerakkan sektor transportasi serta usaha lokal.
Sepanjang 2025, tercatat 65 kapal pesiar singgah di Benoa dengan 140 ribu wisatawan mancanegara, meningkat dibandingkan 56 kunjungan pada 2024 dan 48 kunjungan pada 2023.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


