Presiden RI Prabowo Subianto memulai babak baru diplomasi Indonesia di Benua Eropa dengan mendarat di Bandara London Stansted, Inggris, pada Minggu malam (18/1/2025) waktu setempat. Kunjungan kenegaraan ini bukan sekadar lawatan biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade antara Jakarta dan London. Di bawah langit Inggris, Presiden membawa misi besar untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor krusial, terutama ekonomi dan maritim.
Kedatangan Kepala Negara disambut dengan upacara penyambutan yang hangat dan penuh keakraban. Sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara telah bersiap di landasan pacu, di antaranya Wakil Letnan Essex Mark Bevan, Perwakilan Khusus Menteri Luar Negeri Inggris Adele Taylor, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey. Dari pihak Indonesia, tampak Duta Besar RI Desra Percaya dan Atase Pertahanan RI Kolonel Inf. Wiyata S. Aji turut menyambut kehadiran Presiden yang akan menjalani serangkaian agenda padat selama beberapa hari ke depan.
Dalam jadwal resminya, Presiden Prabowo direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di kantor pusat pemerintahan, Downing Street. Selain itu, sebuah momen istimewa juga telah disiapkan, yakni pertemuan dengan Raja Charles III di St. James’s Palace. Pertemuan dengan sang penguasa Britania Raya ini menjadi momen refleksi hubungan kedua negara, mengingat sebelumnya Presiden Prabowo juga pernah diterima oleh Raja Charles III di Istana Buckingham pada akhir November 2024 lalu.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris yang telah terbina sejak 1949 kini tengah memasuki fase kemitraan strategis yang semakin matang. Fokus kerja sama kedua negara mencakup spektrum yang luas, mulai dari isu perubahan iklim dan energi berkelanjutan, pertahanan dan keamanan kawasan, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui kunjungan ini, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra penting dunia yang aktif dalam membangun kolaborasi internasional yang saling menguntungkan.
Misi ekonomi yang dibawa Presiden diharapkan mampu membuka peluang investasi baru yang lebih masif, sementara kerja sama di bidang maritim menjadi kunci penting mengingat kedua negara merupakan negara kepulauan dengan kepentingan besar di laut. Lawatan ke Inggris ini menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, dinamis, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat serta stabilitas global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


