Pemerintah mulai membuka ruang untuk memberikan insentif khusus bagi industri tekstil dan garmen di tanah air. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi sektor padat karya yang memerlukan dukungan lebih guna menjaga stabilitas operasional sehingga melindungi jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemantauan terhadap kebutuhan sektor ini akan terus dilakukan secara mendalam sebelum kebijakan resmi ditetapkan. Sektor tekstil dan produk turunannya dinilai memiliki peran vital bukan hanya dari sisi aktivitas perdagangan, melainkan juga sebagai penopang lapangan kerja yang masif di berbagai daerah. Berbagai skema bantuan sedang dalam tahap pencermatan agar tepat sasaran dalam memperkuat daya saing industri dalam negeri.
"Sektor-sektor tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi tumpuan bagi jutaan tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan kerja," ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Pemberian insentif ini diharapkan menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di sektor manufaktur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


