Pemerintah menyatakan bahwa kelancaran distribusi menjadi faktor penentu utama yang menjaga harga pangan tetap stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan ikan dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan pada bulan Ramadan dan Lebaran mendatang.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk mengawal rantai pasok dari tingkat produsen hingga ke pasar-pasar tradisional. Pengawasan ketat terhadap pergerakan harga dilakukan agar masyarakat tidak terbebani oleh inflasi pangan yang tidak terkendali.
Jika ditemukan adanya kenaikan harga di luar batas wajar pada wilayah tertentu, pemerintah telah menyiapkan skema intervensi melalui penyelenggaraan pasar murah secara masif.
“Natal dan Tahun Baru kemarin stok terjamin, harga stabil. Saya sudah keliling dari Sumatra sampai Jawa bersama Menteri Perdagangan. Kalau distribusi bagus dan stok cukup, harga tidak akan bergejolak. Kalau naik sedikit, kita bikin pasar murah,” ujar Zulkifli.
Stabilitas harga di tingkat daerah juga didukung oleh peran aktif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang rutin melakukan operasi pasar setiap pekan. Di Kota Solo, kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan kementerian berhasil menekan potensi lonjakan harga sembako melalui intervensi langsung di pasar-pasar induk.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


