islam sebagai pilar keadilan sosial di indonesia modern - News | Good News From Indonesia 2026

Islam sebagai Pilar Keadilan Sosial di Indonesia Modern

Islam sebagai Pilar Keadilan Sosial di Indonesia Modern
images info

Ilustrasi pengajian umat Islam, foto: milik pribadi


Islam merupakan agama yang bersifat menyeluruh dan komprehensif, yang memberikan panduan hidup bagi manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT (ḥablu mina Allah), tetapi juga mengatur hubungan horizontal antara manusia dengan sesama makhluk (ḥablu mina al-nas).

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, Islam menekankan pentingnya nilai keadilan dan persatuan sebagai prinsip dasar yang harus dijaga demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Namun, realitas kehidupan modern menunjukkan bahwa ketidakadilan masih sering terjadi, terutama akibat kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar (Konsep Keadilan dan Perdamaian Dalam Islam, 2025)

Fenomena globalisasi menjadi salah satu faktor yang memperparah ketidakadilan sosial tersebut. Globalisasi mempercepat interaksi antarbangsa dan budaya, tetapi pada saat yang sama juga membawa berbagai dampak negatif.

Masuknya nilai-nilai materialistik, konsumerisme, dan gaya hidup hedonis secara perlahan menggeser nilai-nilai moral dan sosial yang sebelumnya dijunjung tinggi.

baca juga

Ketimpangan dalam distribusi kekayaan pun semakin terasa, di mana sebagian kecil kelompok menikmati kemakmuran, sementara kelompok lain tertinggal dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dalam situasi inilah ajaran Islam tentang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan), musyawarah, dan keadilan sosial menjadi sangat relevan untuk dijadikan solusi.

Islam dikenal sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, yakni agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Konsep ibadah dalam Islam mencerminkan sifat ajaran tersebut.

Secara umum, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua bentuk, yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghair mahdhah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang bersifat vertikal, yang secara langsung menghubungkan manusia dengan Allah SWT.

Bentuk ibadah ini telah ditetapkan secara rinci syarat, rukun, dan tata caranya, serta dicontohkan oleh Rasulullah SAW, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah-ibadah tersebut bertujuan untuk membentuk ketakwaan individu serta kesadaran akan tanggung jawab sebagai hamba Allah.

Di samping ibadah mahdhah, Islam juga mengatur ibadah ghair mahdhah, yaitu ibadah yang berkaitan dengan hubungan sosial antarmanusia.

Ibadah jenis ini mencakup seluruh aktivitas muamalah yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap adil, menjaga kejujuran, menghormati sesama, serta membangun hubungan sosial yang harmonis.

Ibadah ghair mahdhah memberikan ruang bagi ijtihad selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui konsep ini, Islam menegaskan bahwa kehidupan sosial pun merupakan bagian dari ibadah apabila dilandasi niat yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keadilan dan persatuan akan terwujud apabila setiap individu mampu memperlakukan orang lain dengan adil dan penuh penghormatan.

baca juga

Jika ajaran ini diamalkan secara konsisten, maka akan tercipta lingkungan sosial yang damai, tenteram, dan saling mendukung.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadist, yang menempatkan keadilan sebagai fondasi utama kehidupan sosial.

Namun, dalam kenyataannya, ketidakadilan masih sering dijumpai di berbagai bidang kehidupan. Ketidakadilan tersebut muncul akibat beragam faktor, seperti kepentingan pribadi dan kelompok, konflik politik, kesenjangan sosial, serta persoalan ekonomi.

Dalam menghadapi kondisi ini, umat Islam dituntut untuk tidak bersikap pasif. Islam secara tegas mengajarkan pentingnya menegakkan keadilan, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Oleh karena itu, setiap Muslim memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam melawan ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya.

Tantangan tersebut semakin kompleks dengan hadirnya globalisasi. Globalisasi merupakan proses saling terhubung dan saling bergantungnya bangsa-bangsa di dunia melalui perdagangan, investasi, budaya, dan teknologi.

Dampak globalisasi, seperti westernisasi, individualisme, dan konsumerisme, turut memengaruhi cara pandang dan perilaku masyarakat. Kepentingan pribadi sering kali lebih diutamakan dibandingkan kepentingan bersama, sehingga rasa solidaritas sosial semakin melemah.

Pola pikir yang berorientasi pada materi dan kepuasan pribadi mendorong persaingan yang tidak sehat serta mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Akibatnya, hak-hak orang lain kerap diabaikan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ketidakpedulian terhadap kesejahteraan bersama ini memperlebar jurang kesenjangan sosial dan melahirkan berbagai bentuk ketidakadilan.

Dalam konteks ini, globalisasi tidak hanya membawa perubahan gaya hidup, tetapi juga berpotensi menggerus nilai-nilai keadilan dan persatuan yang sejatinya menjadi inti ajaran Islam.

Di Indonesia, ketidakadilan sosial semakin tampak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang ekonomi, sosial, dan politik. Ketimpangan ekonomi yang semakin lebar menyebabkan kelompok masyarakat miskin kesulitan mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.

baca juga

Berkurangnya perhatian terhadap sektor-sektor tersebut berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakat dan meningkatnya ketegangan sosial. Kondisi ini juga berpengaruh pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Islam secara tegas mengajarkan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa diskriminasi. Allah SWT. memerintahkan umat-Nya untuk menjadi penegak keadilan, meskipun hal tersebut bertentangan dengan kepentingan pribadi atau golongan. Dengan menegakkan keadilan, rasa aman dan kepercayaan dalam masyarakat akan tumbuh, yang pada akhirnya melahirkan persatuan.

Persatuan merupakan nilai yang sangat ditekankan dalam Islam. Al-Qur’an mengajarkan umat Islam untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran ayat 103.

Ayat tersebut menegaskan bahwa persaudaraan merupakan nikmat besar yang harus dijaga. Islam mengajarkan ukhuwah tanpa memandang perbedaan ras, suku, maupun status sosial. Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, yang memiliki kewajiban untuk saling mendukung, menghormati, dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

Dengan demikian, Islam menawarkan solusi dalam menghadapi ketidakadilan dan tantangan globalisasi. Melalui penegakan keadilan dan penguatan persatuan, ajaran Islam dapat menjadi landasan moral dan sosial dalam mewujudkan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadaban.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.