furky syahroni ingin indonesia lebih punya nama di dunia pendakian internasional - News | Good News From Indonesia 2026

Furky Syahroni Ingin Indonesia Lebih Punya Nama di Dunia Pendakian Internasional

Furky Syahroni Ingin Indonesia Lebih Punya Nama di Dunia Pendakian Internasional
images info

Furky Syahroni Ingin Indonesia Lebih Punya Nama di Dunia Pendakian Internasional


Furky Syahroni adalah pendaki perempuan Indonesia yang telah dikenal namanya lewat sepak terjangnya. Sosoknya mudah dikenal karena aktivitas naik turun gunung yang dilakukannya dibagikan melalui akun media sosialnya @FurkyTM.

Kehadiran Furky di kancah pendakian nasional membawa napas baru bagi pemberdayaan perempuan. Melalui konten-kontennya, ia menunjukkan bahwa perempuan mampu menghadapi medan berat, cuaca ekstrem, dan beban ransel yang berat dengan manajemen yang tepat. Ia menjadi sosok yang mendorong lebih banyak pendaki wanita untuk berani mengeksplorasi alam tanpa rasa takut, tetapi tetap mengutamakan etika dan keselamatan.

Sebagai pendaki gunung, Furky memiliki keinginan terhadap olahraga mendaki gunung. Salah satu yang diimpikannya ialah agar Indonesia bisa lebih memiliki nama di dunia pendakian internasional.

Dunia Pendakian Internasional

Indonesia memiliki ratusan gunung yang kebanyakan telah didaki para peminat olahraga mendaki dalam negeri. Hanya saja, para pendaki Indonesia bisa dibilang belum memiliki nama di dunia pendakian internasional.

Mengutip Redbull.com, pendaki internasional berlabel terbaik sayangnya tidak ada nama Indonesia. Umumnya para pendaki ulung dalam list mereka berasal dari Amerika Utara dan benua Eropa. Furky sendiri tampak menyadari hal itu sehingga berharap ke depannya Indonesia lebih mendapat tempat di dunia pendakian internasional.

“Mimpi saya kalau dari point of view sport atau olahraga inginnya Indonesia bisa punya nama di dunia pendakian internasional seperti mendaki gunung-gunung tinggi,” ucap Furky kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Selain itu, Furky berkeinginan melanjutkan petualangan ke puncak gunung di banyak tempat. Menurutnya rencana tersebut harus dikerjakan dengan matang karena ada harapan ia ingin mendokumentasikan kultur setempat dengan visual yang lebih berkualitas.

“Kalau mimpi lainnya saya ingin naik gunung ke pelosok di seluruh negara. Tapi naik gunungnya yang saya enggak hanya mengenali budaya yang ada di kota atau yang sering tereskpos, tapi juga di sisi remote area. Pengin punya tim kayak Discovery Channel gitulah,” kata Furky yang sudah menapaki puncak Cartenz hingga Annapurna IV.

Overtourism

Selain membahas mimpi, Furky juga memerhatikan perkembangan popularitas wisata naik gunung di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir model wisata ini memang menjadi primadona. Menurut data Bounce yang dilansir kembali oleh GoodStats, Gunung Bromo bahkan menduduki posisi ketiga dalam daftar Taman Nasional Terindah mengalahkan Gunung Fuji, Jepang pada 2023.

Kehadiran wisatawan jelas menjadi berkah bagi pergerakan ekonomi warga setempat. Akan tetapi, jumlah kunjungan yang membludak tentu membawa risiko bagi gunung itu sendiri.

Salah satu risiko adalah sampah. Tidak jarang para pendaki meninggalkan sampah yang membuat kondisi gunung menjadi tak seasri sebelumnya.

Contohnya bisa dilihat dari Gunung Gede Pangrango beberapa bulan lalu di mana karena banyaknya sampah membuat pengelola menutup sementara untuk merehabilitasi jalur pendakian. Furky selaku pendaki gunung rupanya turut menyimpan kekhawatiran akan kepadatan wisatawan yang membawa dampak buruk bagi kondisi gunung di Indonesia.

“Misalnya terjadi overtourism kayaknya harus ditutuplah istilahnya destinasi tersebut. Sekarang ada beberapa destinasi gunung di Indonesia yang udah membludak banget kelihatan dari video viral sampahnya di Rinjani atau Gunung Gede,” kata Furky.

Kunjungan wisatawan ke gunung terus mengalir tanpa adanya pembatasan. Dampak terkait sampah pun menjadi masalah serius sehingga Furky berharap edukasi lebih digalakkan oleh pihak taman nasional dan warga lokal kepada mereka yang berkunjung.

“Kalau mungkin guide selain mengantar tamunya tolong diberi edukasi, atau mungkin pihak yang mengeluarkan permit taman nasional ataupun warga lokal melakukan peraturan memberi kuota di gunungnya atau pengecekan sampah segala macam. Sekarang yang sering viral aja banyak sampahnya, tapi semoga ke depannya lebih turunlah,” ungkapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.