Bila Kawan menyukai tantangan fisik dan ingin merasakan suasana hutan yang masih murni maka Air Terjun Lau Berte di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat adalah tempatnya.
Destinasi ini merupakan salah satu kekayaan alam Sumatera Utara yang belum banyak tersentuh oleh fasilitas modern sehingga sehingga keasriannya masih sangat terjaga. Aliran air terjun ini jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 40 meter yang menciptakan suara gemuruh yang sangat kuat di tengah kesunyian hutan.
Daya tarik utama dari tempat ini adalah airnya yang sangat jernih dan segar karena bersumber langsung dari pegunungan di sekitar wilayah Langkat. Karena lokasinya yang tersembunyi suasana di sekitar air terjun memberikan ketenangan yang berbeda dibandingkan objek wisata yang sudah populer.
Namun perlu diingat bahwa kawasan ini memiliki medan yang cukup berat sehingga sehingga memerlukan kesiapan fisik yang matang bagi siapa saja yang ingin mencapainya.
Kawasan Air Terjun Lau Berte memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan alam liar yang sesungguhnya. Batuan alam yang besar dan pepohonan tropis yang rimbun menjadi pemandangan utama yang akan Kawan temukan sepanjang waktu berada di lokasi ini.
Sekilas Mengenai Bentang Alam dan Riwayat Pembangkit Listrik
Bentang alam di kawasan Air Terjun Lau Berte didominasi oleh tebing-tebing tanah yang curam serta aliran sungai yang dipenuhi oleh batuan sungai berbagai ukuran.
Struktur tanahnya yang lembap karena kanopi hutan yang rapat menciptakan ekosistem yang sangat subur bagi berbagai tumbuhan paku dan lumut. Keberadaan kolam alami di bawah jatuhan air memiliki kedalaman yang cukup ekstrem yaitu sekitar 5 meter sehingga sehingga pengunjung diminta untuk selalu waspada terutama pada bagian tengah kolam.
Tempat ini memiliki catatan sejarah yang menarik terkait pemanfaatan sumber daya airnya. Dahulu aliran air terjun yang deras ini sempat digunakan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk kebutuhan wilayah sekitar. Namun dahsyatnya debit air saat terjadi lonjakan arus pernah menghanyutkan seluruh peralatan pembangkit yang terpasang di sana.
Kondisi fisik yang menantang ini justru menjadi daya tarik bagi para petualang yang ingin melihat sisa-sisa kekuatan alam di balik rimbunnya hutan Sei Bingai. Pemandangan tebing batu yang berdiri tegak mengelilingi aliran air memberikan kesan megah sekaligus misterius pada tempat ini.
Jalur Trekking Ekstrem dan Kewajiban Pemandu
Perjalanan menuju titik utama Air Terjun Lau Berte bukanlah sebuah kegiatan jalan santai yang mudah dilakukan.
Kawan harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 30 menit dari area parkir dengan melewati medan yang menyeleksi pengunjungnya secara alami. Jalur yang dilalui mencakup jembatan kayu yang cukup curam, pinggiran tebing tanah yang licin, hingga keharusan menyeberangi sungai kecil yang berbatu.
Karena tingkat kesulitan medan dan potensi bahaya banjir tak terduga pengelola mewajibkan setiap pengunjung untuk ditemani oleh seorang ranger atau pemandu lokal. Peran pemandu ini sangat krusial untuk menunjukkan jalur yang paling aman dan memberikan instruksi mengenai titik mana saja yang boleh digunakan untuk berenang. Tanpa arahan dari mereka risiko tersesat atau terpeleset di jalur tebing akan menjadi sangat besar.
Tantangan fisik selama trekking akan terbayar lunas saat Kawan mulai mendengar suara aliran air dan merasakan embun dingin yang tertiup angin dari arah air terjun. Kegiatan ini benar-benar menguji ketahanan tubuh namun memberikan kepuasan tersendiri saat berhasil mencapai kolam utamanya.
Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Lokasi
Wisata Air Terjun Lau Berte memiliki tarif masuk yang sudah mencakup beberapa layanan penting bagi pengunjung.
Harga tiket dipatok sekitar Rp40.000 per orang yang umumnya sudah termasuk biaya asuransi serta jasa ranger yang memandu perjalanan selama di hutan. Tarif ini tergolong sangat wajar mengingat tanggung jawab besar yang dipikul oleh para pemandu untuk menjamin keselamatan wisatawan di medan yang ekstrem.
Fasilitas di objek wisata ini masih sangat minimalis karena pengelola ingin mempertahankan konsep alam liar yang murni. Di area parkir hanya tersedia toilet sederhana dan lahan parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Tidak terdapat warung makan atau toko yang berdiri di dekat titik air terjun sehingga sehingga Kawan diwajibkan membawa bekal logistik sendiri secara mandiri.
Penting bagi setiap pengunjung untuk membawa kantong sampah sendiri guna membawa pulang sisa kemasan makanan mereka. Menjaga kebersihan di lokasi sepi seperti ini sangat penting agar Lau Berte tidak mengalami kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
Lokasi dan Jalur Perjalanan dari Binjai
Air Terjun Lau Berte terletak di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Jika Kawan memulai perjalanan dari Kota Binjai waktu tempuh yang diperlukan hanya berkisar antara 30 hingga 60 menit berkendara. Namun jika datang dari pusat Kota Medan jarak yang harus ditempuh adalah sekitar 90 kilometer dengan waktu perjalanan yang sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas.
Rute yang dapat diambil adalah menuju Jalan Sisingamangaraja lalu mengarah ke Jalan Namu Ukur melalui Jalan Cut Nyak Dien. Setelah sampai di Jalan Namu Ukur Pekan Kawan tinggal mengikuti jalur utama menuju Jalan Telagah hingga menemukan area parkir bertanda Air Terjun Lau Berte di sisi kiri jalan. Perjalanan darat ini akan melewati kawasan permukiman penduduk sebelum akhirnya memasuki area yang lebih sunyi di dekat kaki pegunungan.
Rasakan Petualangan Murni di Air Terjun Lau Berte Langkat
Menembus tebing dan menyeberangi sungai untuk melihat kemegahan Lau Berte akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda dari wisata air terjun biasa. Kesegaran air jernih dan suasana hutan tropis Sei Bingai adalah imbalan yang pantas bagi setiap usaha yang Kawan kerahkan.
Jadi kapan Kawan akan menyiapkan sepatu gunung untuk menaklukkan jalur trekking ekstrem di Air Terjun Lau Berte ini
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


