gerhana matahari 2026 terjadi dua kali kapan dan bisakah dilihat di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Gerhana Matahari 2026 Terjadi Dua Kali, Kapan dan Bisakah Dilihat di Indonesia?

Gerhana Matahari 2026 Terjadi Dua Kali, Kapan dan Bisakah Dilihat di Indonesia?
images info

Gerhana Matahari 2026 Terjadi Dua Kali, Kapan dan Bisakah Dilihat di Indonesia?


Tahun 2026 menjadi salah satu periode yang dinantikan para pengamat langit. Dalam kalender astronomi global, tahun ini akan menghadirkan dua peristiwa Gerhana Matahari dengan karakter yang berbeda.

Fenomena ini selalu menarik perhatian karena bukan hanya menyuguhkan pemandangan langit yang langka, tetapi juga membantu ilmuwan memahami dinamika pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari.

Lantas, kapan Gerhana Matahari 2026 terjadi dan apakah bisa dilihat dari Indonesia? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini!

Gerhana Matahari 2026, Apa yang Berbeda?

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari tertutup sebagian atau seluruhnya.

Fenomena ini hanya muncul pada fase bulan baru dan tidak bisa diamati di semua wilayah, karena sangat bergantung pada jalur bayangan Bulan.

Mengapa Gerhana Matahari pada tahun ini begitu istimewa? Hal ini terjadi karena pada 2026, dunia akan menyaksikan dua jenis Gerhana Matahari yang berbeda, masing-masing dengan jalur pengamatan yang sangat spesifik.

Mengenal Jenis Gerhana Matahari

Terdapat dua jenis Gerhana Matahari yang akan terjadi pada 2026 yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total.

Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Bulan berada sedikit lebih jauh dari Bumi sehingga tidak sepenuhnya menutup Matahari. Akibatnya, bagian tepi Matahari masih terlihat membentuk cincin cahaya.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari. Pada jalur totalitas, siang hari akan berubah gelap selama beberapa menit dan korona Matahari bisa terlihat jelas.

Kedua jenis gerhana ini sama-sama memerlukan perlindungan mata khusus jika diamati secara langsung.

Jadwal Lengkap Gerhana Matahari 2026

Berdasarkan perhitungan astronomi internasional, berikut jadwal Gerhana Matahari 2026.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Peristiwa Gerhana Matahari pertama di tahun 2026 akan terjadi pada 17 Februari 2026. Pada momen ini, Bulan menutupi sebagian besar Matahari, tetapi menyisakan cahaya di bagian tepinya sehingga tampak seperti cincin api.

Jalur utama gerhana cincin ini melintasi wilayah Antartika, sementara daerah di sekitarnya hanya dapat menyaksikan gerhana sebagian. Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat melihat gerhana ini, baik secara total maupun parsial, karena berada di luar jalur bayangan Bulan.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Fenomena paling spektakuler akan berlangsung pada 12 Agustus 2026, ketika dunia menyaksikan Gerhana Matahari total. Jalur totalitasnya melintasi Greenland, Islandia bagian barat, dan Spanyol bagian utara.

Di wilayah tersebut, Matahari akan sepenuhnya tertutup selama beberapa menit, menciptakan suasana gelap sesaat di siang hari. Sementara itu, beberapa wilayah di Eropa dan Amerika Utara hanya dapat melihat fase gerhana sebagian.

Sayangnya, Indonesia kembali tidak dilintasi jalur gerhana ini, sehingga tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari total maupun sebagian.

Alternatif Menyaksikan Gerhana Matahari 2026 dari Indonesia

Meski tidak bisa melihatnya secara langsung, masyarakat Indonesia tetap dapat menyaksikan fenomena langit ini melalui berbagai cara. Sejumlah lembaga astronomi dan observatorium internasional biasanya menyediakan siaran langsung Gerhana Matahari, lengkap dengan penjelasan ilmiah.

Selain itu, simulasi digital dan data astronomi juga memungkinkan publik memahami proses gerhana secara visual dan edukatif, tanpa harus berada di jalur pengamatan.

Fenomena Gerhana Matahari 2026 menjadi bagian penting dari kalender astronomi dunia dengan dua peristiwa utama, yakni gerhana cincin pada 17 Februari dan gerhana total pada 12 Agustus.

Meski Indonesia tidak termasuk wilayah pengamatan, kehadiran teknologi dan siaran langsung tetap memungkinkan masyarakat tetap dapat menyaksikan momen langka ini. Jadi, jangan sampai melewatkannya ya, Kawan!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RW
MS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.