jembatan sungai sambas besar jembatan penghubung kabupaten sambas yang raih 2 rekor muri sekaligus - News | Good News From Indonesia 2026

Jembatan Sungai Sambas Besar, Jembatan Penghubung Kabupaten Sambas yang Raih 2 Rekor MURI Sekaligus

Jembatan Sungai Sambas Besar, Jembatan Penghubung Kabupaten Sambas yang Raih 2 Rekor MURI Sekaligus
images info

Jembatan Sungai Sambas Besar, Jembatan Penghubung Kabupaten Sambas yang Raih 2 Rekor MURI Sekaligus


Jembatan Sungai Sambas Besar adalah jembatan penghubung antarkecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Meskipun “hanya” menghubungkan daerah setingkat kecamatan, jembatan ini berjasa untuk menyingkat waktu tempuh antardaerah yang sebelumnya harus dilakukan dengan kapal.

Menariknya, proyek pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar juga mendapatkan apresiasi dari MURI? Kira-kira, rekor apa yang dipecahkan oleh jembatan ini?

Raih Rekor MURI

Disadur dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Jembatan Sungai Sambas Besar dinobatkan sebagai “Jembatan Tipe Network Tied Arch Terpanjang di Indonesia”. Bentang utama jembatan ini sepanjang 153,4 meter dan dirancang dengan metode Telescopic Strutt pada pekerjaan erection.

Sebagai informasi, merangkum dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, network tied arch adalah jembatan berbentuk pelengkung yang memiliki batang tarik saling bersilangan selayaknya senar raket tenis. Batang tarik dipakai untuk mendistribusikan gaya dari lantai jembatan ke pelengkung.

Umumnya, batang tarik pada jembatan pelengkung arahnya vertikal dan biasa disebut hanger. Sementara itu, pada tipe network tied arch, batang tariknya bersilangan dengan elemen yang disebut dengan tension rod.

Lanjut, metode telescopic strutt pada pekerjaan erection tersebut juga menjadi yang pertama di Indonesia. Meskipun begitu, sebelumnya sudah ada beberapa metode erection yang digunakan untuk membanngun jembatan pelengkung baja di Indonesia, mulai dari strand lifting, tower back stay, mast crane, temporary support, temporary tower for lifting, dan swing arch and heavy lowering.

Tak cuma itu, ada satu lagi rekor MURI yang dikantongi jembatan ini. Rekor kedua yang diraih adalah “Jembatan Pertama dengan Metode Telescopic Strutt”. Top!

baca juga

Jembatan Sungai Sambas Besar dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Nindya Karya. Disebutkan bahwa proyek pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar ini memiliki total panjang penanganan sebesar 2.605 meter yang dibagi menjadi jembatan sepanjang 1.262,6 meter dan jalan sepanjang 1.342,4 meter.

Kawan GNFI, proses pembangunannya dimulai pada tahun 2021 dan rampung pada tahun 2024, atau sekitar 1,119 hari. Sesaat setelah konstruksi bangunannya selesai dibuat, jembatan ini segera mendapatkan Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Nomor: BM 0503-Mn/66 yang dikeluarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Hal ini bertujuan untuk memastikan jembatan betul-betul berada dalam kondisi laik secara sistem dan struktur.

Awalnya, jembatan ini direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Namun, peresmiannya mundur hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 19 November 2025. Peresmiannya juga bebarengan dengan Jembatan Kabanaran di Yogyakarta.

Permudah Konektivitas di Kabupaten Sambas

Kawan GNFI, pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar bertujuan untuk memudahkan konektivitas antardaerah, yakni Kecamatan Tebas dan Tekarang yang dipisahkan oleh sungai. Hadirnya jembatan ini tentu membantu meningkatkan konektivitas di Kalimantan Barat dan mempermudah transportasi logistik, sehingga ekonomi lokal ikut tumbuh.

Jembatan yang menelan biaya APBN senilai Rp497,7 miliar ini mempermudah masyarakat dari dua kecamatan untuk bermobilisasi. Adanya Jembatan Sungai Sambas Besar membuat masyarakat tak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi sungai Sambas Besar untuk mengangkut kendarannya. Jembatan Sungai Sambas Besar membuat mobilitas lebih cepat hingga hemat dua jam perjalanan.

Di lain sisi, jembatan kebanggaan warga Sambas ini turut menunjang konektivitas Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Paloh-Aruk. Tak hanya itu, aksesibilitas kawasan perbatasan negara, utamanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, PLBN Aruk, dan PLBN Betiong menjadi semakin mudah.

Kawan GNFI, melansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Sambas, kehadiran Jembatan Sungai Sambas Besar ternyata sudah dinanti-nantikan oleh segenap masyarakatnya selama 25 tahun. Bahkan, sesaat setelah resmi dibuka, Pemkab Sambas menyebut jika jembatan ini membawa dampak positif dari sisi ekonomi masyarakat.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.