danau kakaban berau satu dari dua danau ubur ubur langka di dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Danau Kakaban Berau, Satu dari Dua Danau Ubur-Ubur Langka di Dunia

Danau Kakaban Berau, Satu dari Dua Danau Ubur-Ubur Langka di Dunia
images info

Danau Kakaban Berau, Satu dari Dua Danau Ubur-Ubur Langka di Dunia


 

Di seluruh dunia, hanya ada dua tempat di mana Kawan bisa berenang di dalam danau bersama jutaan ubur-ubur tanpa perlu khawatir tersengat. Satu ada di Kepulauan Palau, Mikronesia. Satunya lagi ada di Indonesia, tepatnya di Danau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Fakta itu saja sudah cukup untuk membuat destinasi ini masuk dalam kategori yang berbeda dari kebanyakan tempat wisata alam di Nusantara.

Danau Kakaban terbentuk ribuan tahun lalu ketika karang atol di kawasan itu terangkat oleh pergeseran geologi, sehingga air laut terperangkap dan membentuk danau tertutup yang kemudian berpadu dengan air hujan dan air tanah, menciptakan kondisi air payau yang unik.

Prosesnya berlangsung sangat lambat selama sekitar 2 juta tahun, dan hasilnya adalah ekosistem terisolasi yang nyaris tidak bisa dibayangkan terbentuk begitu saja oleh alam. Danau ini berada di tengah Pulau Kakaban yang berbentuk seperti angka sembilan, dan namanya berasal dari bahasa lokal yang berarti "memeluk", menggambarkan pulau yang seolah merangkul danau di dalamnya.

Bagi Kawan GNFI yang tertarik pada wisata alam dengan nilai saintifik dan pengalaman yang benar-benar langka, Danau Kakaban adalah salah satu tujuan yang layak diperjuangkan meski perjalanannya tidak bisa dibilang mudah.

 

Sekilas Mengenai Danau Kakaban

Dalam ekosistem tertutup tanpa predator besar seperti penyu atau predator laut lainnya, ubur-ubur di Danau Kakaban tidak lagi membutuhkan alat pertahanan berupa sengat.

Seiring evolusi dan kondisi lingkungan selama jutaan tahun, sel penyengat mereka menyusut sehingga meskipun secara biologis masih ada, sengatannya sudah terlalu lemah untuk menembus kulit manusia. Inilah yang membuat berenang bersama ubur-ubur di sini aman dilakukan.

Empat spesies ubur-ubur yang paling umum ditemui adalah Mastigias papua (ubur-ubur emas), Aurelia aurita (ubur-ubur bulan), Tripedalia cystophora (ubur-ubur kotak kecil), dan Cassiopea ornata (ubur-ubur terbalik). Yang terakhir punya perilaku unik.

Karena algae yang bersimbiosis dengannya membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis, ubur-ubur ini berjalan terbalik dengan kaki ke atas agar algae bisa mendapat cahaya. Cara bergerak yang aneh inilah yang menarik perhatian para ilmuwan dan penyelam dari berbagai penjara dunia.

Untuk menjaga populasi ubur-ubur dan ekosistem danau, Pemerintah Kabupaten Berau telah menetapkan kawasan ini sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah melalui SK Bupati Berau Nomor 516 Tahun 2013.

Ini berarti ada aturan yang harus dipatuhi pengunjung, termasuk larangan memakai sunscreen atau kaki katak saat berenang di danau demi menjaga kondisi air dan biota di dalamnya.

 

Daya Tarik Utama Danau Kakaban

Daya tarik Danau Kakaban bertumpu pada satu hal yang sulit ditemukan di tempat lain manapun, yaitu pengalaman berenang di antara koloni ubur-ubur emas yang melayang bebas di air jernih berwarna biru kehijauan.

Tidak ada deskripsi yang cukup untuk menggambarkan perasaan saat ratusan ubur-ubur bergerak tenang di sekitar tubuh tanpa satu pun dari mereka yang menyakiti. Ini bukan pengalaman yang bisa digantikan oleh foto atau video dan itulah yang membuat orang-orang rela menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sini.

Selain ubur-ubur, di dalam danau juga terdapat algae laut, teripang, anemon, kepiting, moluska, koral, dan biota laut kecil lainnya, menjadikan Kakaban sebagai salah satu ekosistem laut-teritori payau paling kaya di dunia. Bagi yang tertarik pada studi kelautan atau fotografi bawah air, danau ini adalah ruang kelas dan studio sekaligus.

Perjalanan menuju danau dari dermaga pun punya daya tariknya sendiri. Jalurnya menanjak dan cukup menguras tenaga. Trekking singkat melewati jembatan kayu dan hutan mangrove ini dan pemandangan dari dermaga apung saat ubur-ubur mulai terlihat di bawah air adalah momen yang sering disebut pengunjung sebagai salah satu yang paling membekas.

Di pinggiran pulau, hutan mangrove yang rimbun menjadi habitat kepiting, teripang, dan ular laut. Perairan laut di sekitar Pulau Kakaban juga memiliki terumbu karang yang cukup kaya untuk snorkeling, sehingga satu kunjungan ke Kakaban bisa mencakup dua pengalaman berbeda yakni danau di dalam dan laut di luar.

 

Akses Menuju Danau Kakaban

Perjalanan biasanya dimulai dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Balikpapan dengan tujuan akhir Bandara Kalimarau di Berau. Dari bandara, perjalanan darat menuju Pelabuhan Tanjung Batu memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.

Dari Tanjung Batu, speedboat menuju Pulau Kakaban membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan pemandangan laut Kepulauan Derawan sepanjang perjalanan.

Opsi lain yang banyak dipilih wisatawan adalah menginap terlebih dahulu di Pulau Derawan atau Pulau Maratua, kemudian mengunjungi Kakaban sebagai bagian dari paket island hopping.

Pintu masuk baru ke Pulau Kakaban yang sudah diresmikan Pemerintah Kabupaten Berau menghadap langsung ke Kampung Payung-Payung di Pulau Maratua, sehingga akses dari Maratua kini jauh lebih mudah dan cepat.

Sebagian besar wisatawan memilih menggunakan jasa agen perjalanan lokal yang menyediakan paket Kepulauan Derawan mencakup Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki dalam satu itinerary dua hingga tiga hari. Ini pilihan yang lebih praktis dan hemat dibanding mengurus transportasi antar pulau secara mandiri.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Danau Kakaban dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA. Waktu kunjungan dibatasi untuk menjaga kelestarian ekosistem, sehingga pastikan Kawan tidak datang terlambat agar punya waktu yang cukup menjelajahi danau.

Tiket masuk ke Danau Kakaban dikenakan sekitar Rp30.000 per orang. Beberapa sumber menyebutkan kisaran Rp50.000 hingga Rp75.000 per orang untuk tiket paket yang sudah termasuk akses antar pulau dari operator wisata setempat.

Untuk paket lengkap island hopping Kepulauan Derawan selama 3 hari 2 malam dari Tanjung Batu, harga berkisar dari Rp1.200.000 hingga Rp2.500.000 per orang tergantung operator dan fasilitas yang dipilih.

 

Ayo Berkunjung ke Danau Kakaban!

Danau Kakaban bukan destinasi yang bisa dikunjungi dadakan, dan justru itu yang membuatnya terasa lebih bermakna. Rencanakan perjalanan dengan baik, pilih operator yang terpercaya, dan kombinasikan kunjungan ke Kakaban dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Derawan agar perjalanan jauh ke Berau benar-benar sepadan.

Kawan GNFI yang sudah pernah berenang di antara ubur-ubur di sini pasti tahu bahwa momen itu sulit dilupakan. Selamat berencana!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.