jangan buru buru buang sampah ini dari rumah ketahui dulu manfaatnya - News | Good News From Indonesia 2026

Jangan Buru-buru Buang Sampah Ini dari Rumah, Ketahui Dulu Manfaatnya!

Jangan Buru-buru Buang Sampah Ini dari Rumah, Ketahui Dulu Manfaatnya!
images info

Sampah organik I Francisca S - diolah menggunakan Chat GPT


Bila Kawan GNFI mendengar kata sampah, apa yang segera muncul dalam pikiran? Mungkin yang terbayang adalah tumpukan berbagai sisa makanan, bahan masakan, kertas, plastik bercampur menjadi satu, yang rupanya menjijikkan dan beraroma tidak sedap. Sesuatu yang harus cepat disingkirkan dari rumah karena sudah tidak ada gunanya.

Itu memang benar, tapi itu bila sampah hanya dibuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah dan dibiarkan membusuk. Namun, tahukah Kawan bahwa ada sampah yang bisa memberi banyak manfaat bagi manusia dan alam bila dipilah dan diolah dengan cara tertentu?

Saat ini gerakan peduli lingkungan hidup dan aktivitas menyelamatkan bumi kian giat dilakukan dalam masyarakat. Baik itu secara kelompok dalam komunitas, di sekolah, lingkup perumahan atau RT, maupun secara mandiri.

Bentuk kesadaran masyarakat yang berusaha terus ditularkan kepada sesama penduduk bumi agar planet tempat tinggal manusia ini masih bisa diselamatkan dari berbagai kerusakannya dan dampak kerusakannya masih bisa dikurangi. 

baca juga

Salah satu dari berbagai ragam aktivitas tersebut adalah mengolah sampah dapur, agar sisa-sisa bahan dari dapur ini tidak dibuang begitu saja dan berakhir menjadi lautan sampah di Tempat Pembuangan Sampah. Yang lama kelamaan dapat berubah menjadi gas metana yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup.

Jumlah sampah organik memang mendominasi Tempat Pembuangan Sampah. Sebagai contoh, menurut data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, 3 April 2024, komposisi sampah terbanyak yang dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Bantargebang adalah 28% sampah plastik dan 43 % sampah organik yang berupa sisa makanan.

Mengolah Sampah Dapur

Sebelumnya, kebanyakan orang hanya mengetahui sampah organik ini dapat dibuat menjadi pupuk tanaman saja, tapi kemudian diketahui bahwa sisa-sisa bahan dari dapur ini dapat diolah sedemikian rupa menjadi produk cairan yang mempunyai begitu banyak manfaat bagi kesehatan dan alam. Produk cairan ini dikenal dengan sebutan eco-enzyme atau sering disingkat dengan EE.

Apa Itu Eco-enzyme?

Secara mudahnya, eco-enzyme adalah cairan alami yang dihasilkan dari proses fermentasi gula merah asli atau molase (tetes tebu), dengan bahan organik yang berupa potongan-potongan kecil berbagai macam kulit buah, sisa sayuran yang kondisinya masih baik dan tidak busuk, dan air bersih.

Proses fermentasinya memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Yang kemudian akan menghasilkan produk cairan berwarna cokelat dengan aroma asam segar. Seperti aroma jamu kunyit asam. Cairan ini kemudian dapat langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan, dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Penemu eco-enzyme adalah Dr Rosukon Poompanvong, seorang sarjana pertanian dari Tailan dan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Tailan, yang sudah melakukan penelitian eco-enzyme secara intens sejak tahun 1980. Produk cairan ini kemudian diperkenalkan lebih luas di wilayah Asia oleh Dr Joean Oon, seorang peneliti naturopathy dari Penang, Malaysia.

baca juga

Apa Saja Manfaat Eco-enzyme?

Manfaat untuk kesehatan

Produk eco-enzyme mempunyai khasiat bagus untuk mengatasi gejala dan penyembuhan penyakit serta luka berkat enzyme yang dihasilkan dari proses fermentasi kulit-kulit buah dan sayur. Semakin lama produk cairan ini disimpan, maka semakin baik kualitasnya.

Secara spesifik, berikut keuntungannya:

  • Melancarkan peredaran darah dengan merendam kaki dalam air hangat yang dicampur dengan eco-enzyme.
  • Meredakan rasa nyeri dan pegal pada tubuh
  • Menyembuhkan luka sayatan
  • Mengeringkan luka dengan cepat
  • Menyembuhkan sakit gigi
  • Mengobati luka bakar

Ampas dari hasil fermentasi pembuatan eco-enzyme juga dapat diolah lebih lanjut menjadi produk kesehatan lainnya, contohnya bantal eco-enzyme. Produk ini banyak digunakan untuk menyembuhkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang baru dioperasi.

Produk Eco enzyme cair dan bantal Eco enzyme pada stan kampanye lingkungan hidup di sebuah gereja di Tangerang Selatan I Dokpri
info gambar

Produk eco-enzyme cair dan bantal eco-enzyme pada sebuah stan kegiatan peduli lingkungan hidup I Dokpri


Manfaat untuk keperluan sehari-hari

  • Keperluan rumah tangga

Eco-enzyme dapat digunakan sebagai sabun cuci tangan, sabun pencuci piring, cairan pembersih lantai, deterjen pencuci baju, pembersih udara dalam ruangan. Dengan cara mencampurkan cairan eco-enzyme ke dalam air atau larutan pembersih sesuai takarannya masing-masing.

  • Perawatan diri

Eco-enzyme juga dapat digunakan sebagai sampo dan sabun mandi cair.

Produk-produk ini menjadi produk yang ramah lingkungan.

baca juga

Manfaat untuk alam

  • Eco-enzyme bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang menyuburkan tanaman karena berfungsi memberi nutrisi pada tanah.
  • Membantu mengurangi polusi pada air yang tercemar oleh zat-zat kimia berbahaya dengan menuangkannya ke dalam saluran got atau sungai yang airnya tercemar.
  • Eco-enzyme mampu mengurangi polusi udara, meningkatkan kandungan oksigen di udara dan mengurai gas buangan.

Proses pembuatan eco-enzyme sendiri cukup sederhana, dapat dilakukan secara mandiri dengan mengikuti tutorial yang ada pada kanal-kanal YouTube.

Pembatasan Pembuangan Sampah di DKI Jakarta

Bagi warga DKI Jakarta, agaknya kegiatan memilah dan mengolah sampah dapur atau rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih mendesak untuk mulai dilakukan agar menjadi terbiasa. Sebab, mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang tidak lagi menerima sampah organik. 

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Komisi D DKI Jakarta, Yuke Yurike, dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, “Kalau di Bantargebang sudah mulai tidak boleh untuk pembuangan sampah organik, kita sudah harus mulai mengolah sampah organik,” katanya.

Sementara sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga menyatakan sudah menandatangani Instruksi Gubernur tentang pemilahan sampah dari rumah, diwartakan oleh CNN Indonesia.

Bila Kawan mengonsumsi buah hari ini, jangan lupa untuk memilah kulitnya dan mencoba mengolahnya menjadi eco-enzyme bersama dengan sayuran. Mari, manfaatkan sampah organik untuk kesehatan dan keselamatan bumi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.