Saat ini di Indonesia, khususnya di kota-kota besar dan wilayah penyangganya, terjadi pergeseran pilihan hunian. Banyak orang yang kini memilih tinggal di apartemen ketimbang di rumah tapak.
Mengutip data dari investortrust.id, 1 Oktober 2025, 50—70 % pembeli apartemen saat ini adalah end-user. Unit-unit apartemen yang dibeli, bukan lagi merupakan bentuk investasi melainkan digunakan sebagai tempat tinggal pribadi.
Pilihan untuk mengadopsi pola hidup praktis dan efisien menjadi alasan yang paling banyak dari mereka yang memilih tinggal di hunian vertikal ini, yang didominasi oleh gen Z dan milenial.
Adanya fasilitas apartemen yang lengkap, lokasi apartemen yang strategis, dan kemudahan mengakses fasilitas publik adalah yang lazimnya menjadi pertimbangan dalam menentukan apartemen sebagai tempat tinggal.
Mereka tidak mau ribet dengan berbagai urusan perawatan rumah tapak dan ingin menghemat waktu untuk melakukan aktivitas kesehariannya.
Namun, selain kelebihan yang dimiliki, pilihan hunian modern yang kini banyak diminati ini juga punya keterbatasan dan kekurangan. Apa saja plus minus tinggal di apartemen? Silakan simak lebih lanjut tulisan ini, Kawan!
Kelebihan Tinggal di Apartemen
1. Privasi yang terjaga
Privasi adalah salah satu kelebihan utama yang didapatkan penghuni yang tinggal di apartemen.
Tidak sembarang orang mempunyai akses untuk masuk ke dalam apartemen dan naik ke lantai atau koridor apartemen. Hanya penghuni dan petugas-petugas apartemen yang punya akses saja yang bisa melakukannya.
Bila ada tamu berkunjung, penghuni bisa menerimanya di ruang duduk di bagian lobi apartemen, berbincang dengan nyaman, sementara privasi tetap terjaga karena tamu tidak masuk ke unit. Orang yang sangat memerlukan privasi, cocok dengan kelebihan yang didapatkan ini.
2. Lingkungan yang tenang
Suasana di lingkungan apartemen sangat tenang. Sesama penghuni saling menjaga privasi dan suasana tenang di koridor-koridor apartemen.
3. Sistem keamanan 24 jam
Lingkungan apartemen memiliki sistem keamanan yang tinggi, dengan adanya petugas keamanan di gerbang apartemen dan di dalam lobi yang berjaga selama 24 jam, CCTV di banyak tempat, dan penggunaan sistem kartu akses untuk masuk ke apartemen dan mengakses lift. Area ini juga biasanya menyiapkan area evakuasi.
Dengan sistem keamanan tersebut, penghuni juga bisa merasa aman bila harus bepergian dan meninggalkan unit dalam keadaan kosong dalam waktu lama. Penghuni cukup memberitahukannya kepada pihak apartemen.
4. Fasilitas apartemen yang lengkap
Biasanya di apartemen dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, gym, ruang serbaguna, taman, dan area bermain anak. Ada juga bangunan yang mempunyai ruang berlatih yoga, ruang karaoke, area barbekiu. Meskipun biasanya sudah "gratis", tetapi, ada juga beberapa fasilitas yang masih dikenai biaya tambahan bila menggunakannya.
Selain itu, disediakan juga mini market, laundry, restoran, atau kafe, hingga loker penitipan barang
5. Perawatan gedung
Penghuni umumnya hanya cukup mengurus perawatan dan kebersihan unit apartemen pribadi saja. Sementara perawatan gedung, kebersihan koridor, taman, tempat pembuangan sampah, semua ditangani oleh pihak pengelola apartemen. Jadi, waktu yang dipakai oleh penghuni untuk bersih-bersih tidak banyak.
6. Layanan perbaikan di dalam unit
Pihak pengelola apartemen juga menyiapkan petugas khusus yang siap selama 24 jam untuk membantu bila diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah di dalam unit. Contohnya adalah masalah listrik, kebocoran, dan lain-lain. Informasi pemadaman juga umumnya sudah diinfokan kepada seluruh penghuni.
7. Sistem pembuangan sampah
Sistem pembuangan sampah di apartemen lazimnya terorganisir dengan baik dan mudah. Penghuni cukup membuang sampah pada kotak pembuangan di masing-masing lantai tanpa batasan hari dan waktu.
Kekurangan Apartemen
1. Ruang yang terbatas
Luas unit apartemen tidak sebesar rumah, terutama unit yang hanya mempunyai 1 kamar tidur. Karena keterbatasan ruang ini, penghuni tidak bisa menyimpan banyak barang, ataupun menggunakan perabot berukuran besar.
Jadi, penghuni harus mempertimbangkan dengan detail di awal untuk kesesuaian ukuran barang dengan luas apartemen. Namun, penghuni masih bisa mengakalinya dengan membuat kabinet yang memiliki banyak ruang untuk tempat penyimpanan barang.
2. Peraturan apartemen yang ketat
Ada aturan tertentu dari pihak manajemen apartemen yang harus dipatuhi oleh penghuni dan dijalankan dengan ketat. Sebagai contoh, penghuni harus melapor dan membuat surat kerja untuk pekerjaan perbaikan di dalam unit secara pribadi, dengan ketentuan hari dan batasan waktu kerja.
Ada juga peraturan penggunaan lift barang dan jenis sampah yang bisa dibuang di kotak pembuangan sampah.
3. Biaya perawatan lingkungan apartemen
Biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh penghuni setiap bulan terkadang cukup mahal dan ditagih bersama dengan biaya penggunaan listrik dan air. Belum lagi dengan area parkir yang mungkin dikenai biaya tambahan.
4. Tidak nyaman menerima teman di dalam unit
Karena ruang yang terbatas, penghuni juga akan merasa tidak nyaman bila menerima orang lain di dalam unit. Selain itu, bisa jadi akan mengganggu ketenangan penghuni lain karena menimbulkan suara berisik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


