Mundur beberapa dekade silam, tepatnya pada 1967, belasan pelukis dari Indonesia pernah melakukan sebuah pameran dalam skala besar. Uniknya pameran ini tidak digelar di dalam negeri, melainkan di negara tetangga, Malaysia.
Terdapat ratusan karya yang ditampilkan dalam pameran yang digelar di Negeri Jiran pada waktu itu. Pameran ini juga menjadi kali pertama lukisan dari seniman Indonesia ditampilkan secara besar-besaran dalam beberapa tahun sebelumnya.
Bagaimana momen saat pameran lukisan yang diperuntukkan untuk pelukis Indonesia di Malaysia pada periode waktu tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Pameran Pelukis Indonesia di Malaysia pada 1967
Dikutip dari artikel "Karya 19 Pelukis Indonesia Akan Di-pamer" dalam Berita Harian edisi 18 Juli 1967, pameran untuk pelukis Indonesia ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 24 Juli 1967. Pameran besar-besaran ini diselenggarakan di Balai Seni Lukis Samat pada waktu itu.
Terdapat 19 pelukis asal Indonesia yang terlibat dalam pameran lukisan ini. Terhitung ada 193 karya dari para seniman ini dalam pameran yang diadakan secara besar-besaran tersebut.
Tidak semua karya yang ditampilkan merupakan lukisan dalam satu jenis saja dari para seniman. dari 193 karya, 117 di antaranya merupakan lukisan minyak.
Sementara itu, ada 21 lukisan rajah dan 15 lukisan water colour yang turut ditampilkan dalam pameran tersebut. Tidak hanya itu, ada juga tiga buah ukiran yang juga turut dipamerkan dalam pameran tersebut.
Sudarso dan Nasjah Djamin menjadi dua dari 19 pelukis Indonesia yang turut menampilkan karyanya dalam pameran ini. Sudarso sendiri merupakan dosen di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta pada waktu itu.
Sementara itu, Nasjah Djamin disebutkan merupakan bagian dari Seni Rupa Jabatan Pelajaran dan Kebudayaan Indonesia. Kedua seniman ini diketahui tiba lebih awal di Malaysia untuk mempersiapkan pameran yang dimulai pada 24 Juli 1967 tersebut.
Pementasan ini juga bukan pameran pertama yang dijalankan di luar negeri dari beberapa seniman Indonesia yang ikut andil. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika ada tiga orang pelukis Indonesia yang pernah menampilkan karyanya di Brazil.
Selain itu, ada juga tujuh pelukis lainnya yang pernah ikut andil dalam pameran seni lukis lain di beberapa negara sebelumnya. Meskipun demikian, pengalaman pameran yang menampilkan ratusan karya dari seniman Indonesia tentu menjadi pengalaman berarti bagi para pelukis pada waktu itu.
Kali Pertama sejak 1959
Frank Sullivan selaku Penasehat Balai Seni Lukis Samat pada waktu itu menjelaskan jika pameran ini merupakan hasil dari kunjungan yang dilakukan ke Akademi Seni Rupa Bandung pada Mei 1967. Uniknya, pameran besar-besaran ini merupakan kali pertama sejak 1959 yang secara khusus ditujukan untuk para seniman yang berasal dari Indonesia.
Dalam acara pembukaan, pameran ini dibuka langsung oleh Senu Bin Abdul Rahman yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Penerangan dan Penyiaran serta Menteri Kebudayaan Malaysia.
Pameran tersebut berlangsung selama sembilan jam setiap harinya, mulai dari 09.00 pagi hingga 18.00 waktu setempat. Tidak ada batasan jumlah pengunjung yang boleh datang pada pameran yang digelar di Balai Seni Lukis Samat tersebut.
Selain itu, para pengunjung juga bebas untuk datang ke pameran tanda pungutan biaya masuk sedikit pun. Para pengunjung yang datang bisa menikmati ratusan karya dari para seniman Indonesia yang secara khusus ditampilkan dalam pameran saat itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


