100 pemuda dari seluruh indonesia rampungkan champions for peace indonesia 2026 lahirkan agen perdamaian dari berbagai daerah - News | Good News From Indonesia 2026

Champions for Peace Indonesia 2026 Perkuat Kepemimpinan 100 Pemuda untuk Mendorong Perdamaian dan Kohesi Sosial

Champions for Peace Indonesia 2026 Perkuat Kepemimpinan 100 Pemuda untuk Mendorong Perdamaian dan Kohesi Sosial
images info

Sumber photo: dari IYES Foundation (telah memperoleh izin)


Selama lima hari, sejak 24 hingga 28 Juni 2026, sebanyak 100 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Champions for Peace Indonesia 2026 di Hotel Cititel Pekanbaru. Program yang diselenggarakan oleh IYES Foundation bekerja sama dengan Kofi Annan Foundation dan KRIS for Peace ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya untuk memperkuat kepemimpinan, kolaborasi, serta mendorong lahirnya inisiatif perdamaian di tingkat komunitas.

Mengusung tema "Bhinneka: Bina Harmoni Negeri Kaya Aksi Inspirasi", peserta yang berasal dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah Indonesia Timur bersama-sama belajar bagaimana perdamaian dibangun melalui kepemimpinan, dialog, ketahanan diri (resilience), kesehatan mental, hingga aksi sosial berbasis komunitas.

Perdamaian Dimulai dari Diri Sendiri

Membuka rangkaian kegiatan, perwakilan Kofi Annan Foundation, Miss Anja Tresse, menyampaikan bahwa generasi muda merupakan tonggak penting dalam menciptakan masa depan yang lebih damai.

"Pemuda adalah estafet perubahan. Kami berharap para Champions mampu menjadi change maker yang membangun kolaborasi dan menciptakan dampak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global."

Sementara itu, Project Leader Champions for Peace Indonesia, Mulkiyah Muslimah, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi para pemuda untuk bertukar gagasan dan membangun jejaring lintas daerah.

"Kami berharap ruang kolaborasi ini melahirkan berbagai ide, inovasi, dan aksi nyata yang mampu membawa perubahan positif di masyarakat."

Executive Director of IYES Foundation, Cut Anisa Utami, turut mengajak seluruh peserta menjadikan pengalaman selama lima hari sebagai awal perjalanan panjang dalam membangun perdamaian.

"Semoga suatu hari nanti teman-teman akan selalu mengingat bahwa pernah ada ruang belajar tempat kita bersama-sama berjuang untuk mewujudkan perdamaian."

Dalam kesempatan tersebut, Cut Anisa juga memperkenalkan perjalanan IYES Foundation yang selama 12 tahun terus mendorong pengembangan kapasitas pemuda melalui berbagai program pendidikan, volunteerisme, kepemimpinan, serta pembangunan perdamaian.

baca juga

Menghadirkan Praktisi dari Berbagai Bidang

Selama pelaksanaan workshop nasional, peserta mendapatkan pembelajaran dari berbagai narasumber dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, praktisi pembangunan, psikolog, hingga fasilitator perdamaian.

Di antaranya Budi Rudianto, akademisi Universitas Andalas sekaligus penerima Kick Andy Heroes 2022, yang membahas kepemimpinan sosial berbasis masyarakat.

Pendiri IYES Foundation, Hari Novar, mengajak peserta memahami pentingnya kepemimpinan kolaboratif dan peran pemuda dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.

Sementara itu, Abrar Ashari Siregar, MEL Specialist, menjelaskan bahwa konsep perdamaian dalam program ini tidak hanya dimaknai sebagai penyelesaian konflik.

"Perdamaian juga berarti mampu berdamai dengan diri sendiri, membangun komunikasi yang sehat, memperkuat kolaborasi, menjaga lingkungan, hingga bersama-sama menghadapi tantangan seperti perubahan iklim."

Peserta juga memperoleh sesi mengenai kesehatan mental dan psychological resilience bersama Siti Mutiara S. dan Silvia Dwi Puspita, yang membekali mereka dengan kemampuan menjaga kesehatan psikologis sekaligus memperkuat empati dalam membangun komunitas.

Seed Grant untuk Aksi Nyata di Daerah

Sebagai tindak lanjut program, seluruh peserta berkesempatan mengikuti proses Seed Grant, yaitu pendanaan kompetitif bagi peserta yang mengembangkan inisiatif sosial di daerahnya masing-masing.

Melalui skema ini, para Champions didorong untuk menerjemahkan pembelajaran selama workshop menjadi program nyata yang berkontribusi terhadap penguatan perdamaian, kohesi sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun aksi lingkungan.

Menapak Jejak Harmoni di Negeri Siak

Pada hari terakhir, seluruh peserta melakukan kunjungan edukatif ke Kabupaten Siak sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual mengenai sejarah, toleransi, dan keberagaman.

Peserta mengunjungi Istana Siak Sri Indrapura untuk mempelajari sejarah Kesultanan Siak dan kontribusinya terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju salah satu klenteng di Kota Siak sebagai simbol kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman agama dan budaya.

Sebagai penutup, peserta berziarah ke Makam Sultan Syarif Kasim II, tokoh nasional yang dikenal atas dedikasinya terhadap bangsa dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi refleksi bahwa nilai-nilai kepemimpinan, toleransi, serta pengabdian kepada masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perdamaian

Champions for Peace Indonesia 2026 merupakan wujud kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan organisasi masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, media, komunitas, dan sektor swasta dalam membangun generasi muda yang mampu menjadi agen perdamaian.

Selain dukungan dari Kofi Annan Foundation, KRIS for Peace, Temasek Foundation, Nagulendran Philanthropy Alliance, Diana Koh Fund, dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, penyelenggaraan kegiatan ini juga didukung oleh berbagai mitra, di antaranya Cititel Hotel Pekanbaru, Infinity Digital Printing, Infinity Textile Print, The Jakarta Chapter, Blitz Print, Gallery Media, serta media partner seperti RRI Pekanbaru, TribunnPekanbaru, Haluan Riau, RiauMandiri.co, dan SPI (Si Paling Informasi).

Program ini turut mendapat dukungan dari berbagai organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dan komunitas, seperti The Leader, Pelita Padang, CIMSA, AIESEC, Education for All Movement, Binar Indonesia, DD Volunteer, HIMAKOM FISIP Universitas Riau, Perkumpulan Elang, Forum Anak Riau, Forum Anak Sumatera Barat, Binar Foundation, Sobat Bumi UR, KOMAHI UR, Sijunjung Muda Berkarya serta berbagai organisasi mitra lainnya yang memiliki visi bersama dalam membangun Indonesia yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.

baca juga

Membangun Generasi Muda Pembawa Perdamaian

Champions for Peace Indonesia 2026 menjadi titik awal lahirnya jaringan pemimpin muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Melalui pembelajaran, kolaborasi, pertukaran budaya, dan pengembangan proyek sosial, para peserta diharapkan mampu menjadi penghubung antar perbedaan, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan dampak nyata melalui berbagai inisiatif di daerah masing-masing.

Keberhasilan penyelenggaraan program ini menunjukkan bahwa membangun perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, pemerintah, donor internasional, media, akademisi, komunitas, dan sektor swasta, diharapkan semakin banyak ruang bagi generasi muda Indonesia untuk tumbuh sebagai pemimpin yang mampu menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, dan menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih damai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

HN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.