desak made rita ratu panjat tebing indonesia yang langganan juara di krakow - News | Good News From Indonesia 2026

Desak Made Rita, Ratu Panjat Tebing Indonesia yang "Langganan" Juara di Krakow

Desak Made Rita, Ratu Panjat Tebing Indonesia yang "Langganan" Juara di Krakow
images info

Desak Made Rita Kusuma Dewi di World Climbing Series Krakow 2026./FPTI


Kota Krakow, Polandia, menjadi saksi bisu ketangguhan atlet panjat tebing Indonesia pada Sabtu (4/7/2026). Di sana, tim nasional panjat tebing Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang total tiga medali, yang terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, serta satu medali perunggu dalam ajang bergengsi World Climbing Series Krakow.

Adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menjadi bintang utama dalam kompetisi ini. Bagaimana tidak, ia adalah penyumbang emas bagi Indonesia yang didapat setelah dirinya sukses mengamankan posisi puncak di kategori speed perorangan putri. Dengan medalinya, Desak juga membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam disiplin speed di level internasional.

Tidak hanya bagi Indonesia, medali emas Desak juga begitu istimewa bagi dirinya. Sebab, ia berhasil mempertahankan medalinya di Krakow. Ya, ia memang menjadi juara back to back setelah juga mendapat emas di World Climbing Series Krakow edisi 2025.

Oleh karena itulah, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pun melihatnya sebagai hal yang spesial. Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, memberikan ucapan selamat sekaligus evaluasi atas pencapaian tersebut.

“Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya," ujar Wahyu.

Tentu saja, keberhasilan Desak tidak diraih dengan mudah karena ia harus melewati persaingan sengit sejak babak putaran 16 besar hingga mencapai partai puncak. Di babak final, ia harus beradu cepat dengan tiga pemanjat tangguh lainnya, yakni Natalia Kalucka dari Polandia, Emma Hunt dari Amerika Serikat, dan Aleksandra Miroslaw dari Polandia.

Momen dramatis sempat mewarnai jalannya pemanjatan di babak final kategori putri yang penuh ketegangan. Aleksandra Miroslaw yang menjadi salah satu pesaing terberat justru harus menelan pil pahit setelah dinyatakan melakukan false start, yang secara otomatis membuatnya gugur dari persaingan perebutan medali. Kondisi tersebut mengharuskan tiga atlet yang tersisa, termasuk Desak, untuk melakukan pemanjatan ulang.

Dalam situasi penuh tekanan di dinding vertikal, sejarah pun tercipta. Desak menunjukkan ketenangan luar biasa dan mampu mencatatkan waktu 6,54 detik. Catatan waktu Desak tersebut berhasil mengungguli Natalia Kalucka yang mencatatkan 6,62 detik di posisi kedua, serta Emma Hunt dengan waktu 11,37 detik di posisi ketiga.

Kemenangan manis di Polandia ini sekaligus mengulang kesuksesan Desak Made pada ajang yang sama setahun sebelumnya. Pada gelaran tahun 2025, Desak juga berhasil mengukuhkan diri sebagai juara setelah mengalahkan Emma Hunt yang kala itu meraih perak, sementara Aleksandra Miroslaw harus puas dengan medali perunggu.

Untuk diketahui juga, selain emas yang dipersembahkan oleh Desak, tim Indonesia juga menambah pundi-pundi medali melalui kategori speed relay campuran yang menghasilkan medali perak. Sementara itu, satu medali perunggu lainnya berhasil diamankan melalui kategori speed perorangan putra.

Meski mampu menorehkan prestasi cemerlang, hal itu tak lantas membuat Desak bisa terlena. Sebaliknya, ia harus kembali bersiap untuk menghadapi ajang penting lainnya, khususnya Asian Games 2026 pada September hingga Oktober mendatang.

"Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal," kata Wahyu lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.