jangan tertipu deadline panjang kawan ini jebakan yang sering dialami mahasiswa baru - News | Good News From Indonesia 2026

Jangan Tertipu Deadline Panjang, Kawan! Ini Jebakan yang Sering Dialami Mahasiswa Baru

Jangan Tertipu Deadline Panjang, Kawan! Ini Jebakan yang Sering Dialami Mahasiswa Baru
images info

Pixabay | geralt


Menjadi mahasiswa baru sering kali terasa menyenangkan. Jadwal kuliah yang lebih fleksibel dibandingkan saat SMA, lingkungan baru, hingga kesempatan mengikuti berbagai organisasi membuat banyak mahasiswa bersemangat menjalani kehidupan kampus. Tak sedikit pula yang merasa lega ketika dosen memberikan tugas dengan tenggat waktu dua hingga tiga minggu. Sekilas, deadline yang panjang terdengar seperti kabar baik.

Namun, Justru di Sinilah Jebakan Pertama Sering Muncul.

"Masih lama." Kalimat sederhana ini mungkin pernah terlintas di benak hampir setiap mahasiswa. Karena merasa waktu masih banyak, tugas dibiarkan begitu saja. Hari berganti minggu, lalu tanpa disadari tugas dari mata kuliah lain mulai berdatangan. Ketika deadline semakin dekat, barulah kepanikan muncul karena beberapa tugas harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

Fenomena tersebut dikenal sebagai prokrastinasi akademik, yaitu kebiasaan menunda penyelesaian tugas akademik meskipun menyadari bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika terus dilakukan sejak semester pertama, dampaknya bisa terbawa hingga semester-semester berikutnya.

Kawan, salah satu hal yang perlu dipahami sejak awal adalah bahwa deadline kuliah yang panjang bukan berarti tugasnya mudah. Berbeda dengan tugas saat sekolah, banyak tugas di perguruan tinggi mengharuskan mahasiswa mencari referensi yang kredibel, membaca jurnal ilmiah, memahami teknik sitasi, menyusun argumen, hingga mempersiapkan presentasi. Semua proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

baca juga

Bagi mahasiswa baru, tantangannya bahkan bisa terasa lebih besar. Tidak semua siswa SMA terbiasa membaca artikel ilmiah atau menyusun daftar pustaka. Saat memasuki dunia perkuliahan, mereka tidak hanya dituntut memahami materi baru, tetapi juga mempelajari cara belajar yang berbeda. Karena itulah, mengerjakan tugas secara bertahap sering kali jauh lebih efektif dibandingkan menunggu hingga mendekati tenggat waktu.

Kebiasaan menunda juga bukan selalu berarti seseorang malas. Ada mahasiswa yang menunda karena bingung harus mulai dari mana. Ada pula yang merasa tugas terlalu sulit sehingga memilih mengalihkannya dengan aktivitas lain. Sayangnya, penundaan tersebut sering membuat waktu pengerjaan menjadi semakin sempit. Akibatnya, tugas dikerjakan secara terburu-buru, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan menjadi terbatas, dan hasil yang diperoleh pun kurang maksimal.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (2026) menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kemampuan manajemen waktu dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kebiasaan menunda. Dengan kata lain, kemampuan mengatur waktu bukan hanya membantu mahasiswa menyelesaikan tugas tepat waktu, tetapi juga menjaga kualitas proses belajarnya.

baca juga

Lalu, Bagaimana Cara Menghindari Jebakan Ini?

Kawan tidak perlu langsung membuat jadwal belajar yang rumit. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti membaca instruksi tugas pada hari pertama tugas diberikan, mencatat semua deadline dalam kalender, mencari referensi lebih awal, atau mencicil pengerjaan sedikit demi sedikit. Langkah-langkah kecil tersebut sering kali lebih efektif dibandingkan mengandalkan sistem kebut semalam.

Pada akhirnya, semester pertama bukan hanya tentang mengejar IPK yang baik, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang sehat. Deadline yang panjang sebenarnya bukan hadiah untuk menunda pekerjaan, melainkan kesempatan agar mahasiswa dapat menghasilkan tugas yang lebih matang.

Jadi, saat dosen berikutnya memberikan waktu tiga minggu untuk mengerjakan sebuah makalah, jangan buru-buru berkata, "Masih lama." Bisa jadi, justru saat itulah Kawan sedang diuji untuk belajar mengelola waktu sejak awal perjalanan di bangku kuliah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.