dakayu malatua ketika empat desa bersatu merayakan identitas tim kkn ppm ugm manguyung maratua jadi saksi sekaligus bagian dari kebanggaan - News | Good News From Indonesia 2026

Dakayu Malatua: Ketika Empat Desa Bersatu Merayakan Identitas, Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" Jadi Saksi Sekaligus Bagian dari Kebanggaan

Dakayu Malatua: Ketika Empat Desa Bersatu Merayakan Identitas, Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" Jadi Saksi Sekaligus Bagian dari Kebanggaan
images info

Kehadiran Tim KKN PPM UGM Manguyung Maratua di Festival Budaya "Dakayu Malatua"


Semarak budaya menyelimuti Pulau Maratua pada Jumat, 3 Juli 2026, dalam gelaran Dakayu Malatua, sebuah pertunjukan seni budaya yang mempertemukan empat desa di Pulau Maratua, yakni Desa Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohe Silian, dan Teluk Alulu. Acara ini menyuguhkan rangkaian pertunjukan tari tradisional, lantunan lagu daerah, lomba memasak khas kampung, hingga fashion show busana adat Kalimantan yang memukau ratusan warga dan tamu yang hadir.

Dakayu Malatua menjadi salah satu rangkaian kegiatan budaya yang bertujuan mempererat hubungan antardesa sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Maratua.

Melalui berbagai penampilan seni dan budaya, masyarakat diajak untuk kembali mengenal sekaligus merayakan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan begitu terasa sejak awal hingga akhir acara, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan rasa memiliki masyarakat terhadap budaya daerahnya.

Dalam gelaran penuh warna ini, Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pendukung, tetapi juga melebur langsung dalam denyut acara. Kormanit tim, Muhammad Irfan Setiawardhana, dan Fatimah Azzahra sebagai Kormasit bahkan didapuk mengenakan balutan pakaian adat khas Kalimantan sebagai maskot acara, sebuah simbol keterlibatan yang menegaskan bahwa mahasiswa KKN bukan sekadar tamu, melainkan bagian yang menyatu dengan identitas masyarakat Pulau Maratua. Kehadiran keduanya dalam balutan busana adat menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

baca juga

Empat desa yang unjuk gigi dalam Dakayu Malatua membawa warna budayanya masing-masing, mulai dari gerak tari yang gemulai, alunan lagu yang menggugah kenangan, hingga aroma masakan khas yang menguarkan kehangatan dapur-dapur kampung. Fashion show busana adat Kalimantan yang menutup rangkaian acara semakin mempertegas kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur yang terus dijaga dan dirayakan lintas generasi. Tidak hanya menjadi hiburan, setiap penampilan yang ditampilkan juga mengandung nilai-nilai sejarah, kebersamaan, dan identitas yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Maratua.

Selama kegiatan berlangsung, Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" turut membersamai jalannya setiap sesi acara, mulai dari membantu berbagai persiapan teknis, mendokumentasikan rangkaian kegiatan, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pengunjung yang hadir. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam memahami lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat, sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin selama masa pengabdian di Pulau Maratua.

Muhammad Irfan Setiawardhana, yang berperan ganda sebagai Kormanit sekaligus maskot berbusana adat, menyampaikan kesan mendalam atas kemeriahan dan kekhidmatan acara ini:

"Dakayu Malatua bukan sekadar panggung hiburan biasa. Ia adalah denyut jantung empat desa yang berpadu menjadi satu, sebuah simbol kebanggaan yang memeluk erat nilai-nilai luhur dan identitas masyarakat Pulau Maratua. Setiap gerak tari, setiap lantunan lagu, dan setiap helai kain adat yang dikenakan malam ini adalah warisan yang harus terus kita jaga bersama. Menjadi bagian dari perayaan ini adalah kehormatan yang akan kami bawa pulang sebagai kenangan paling berharga dari pengabdian kami di Maratua," ujar Muhammad Irfan Setiawardhana, Kormanit KKN PPM UGM "Manguyung Maratua."

baca juga

Kehadiran dan keterlibatan aktif tim dalam Dakayu Malatua menjadi bukti nyata bahwa KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" hadir bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga untuk belajar, berkolaborasi, serta turut menjaga dan merayakan kekayaan budaya masyarakat yang menjadi tuan rumah mereka. Momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program, tetapi juga melalui penghargaan terhadap nilai-nilai budaya, tradisi, dan kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat. Semangat tersebut diharapkan dapat terus terjalin sebagai fondasi kolaborasi dalam mendukung pengembangan Pulau Maratua yang berkelanjutan.

Ikuti terus perjalanan pengabdian Tim KKN PPM UGM Manguyung Maratua di Pulau Maratua melalui media sosial resmi kami, @ManguyungMaratua. Jangan lewatkan update program kerja dan kegiatan kami selanjutnya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.