Setiap desa memiliki potensi sekaligus tantangan yang berbeda. Hal tersebut menjadi alasan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, untuk tidak langsung membawa program yang telah jadi, melainkan terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi bersama perangkat desa sebelum keberangkatan ke lokasi KKN.
Melalui proses tersebut, tim memetakan berbagai kebutuhan masyarakat yang kemudian menjadi dasar penyusunan program pengabdian.
Hasil observasi menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Sendangwungu berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama padi dan jagung. Sebagian besar di antaranya juga memelihara sapi maupun kambing sebagai sumber pendapatan tambahan.
Selain itu, desa juga memiliki sejumlah pelaku usaha mikro dengan potensi yang cukup besar, meskipun sebagian masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.
Berangkat dari hasil pengamatan tersebut, Tim KKN-T IPB University mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pertanian Organik untuk Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga di Desa Sendangwungu."
Tema ini diwujudkan melalui 5 program utama yang berada dalam satu identitas, yaitu SEWU, singkatan dari Sendangwungu.
Penggunaan nama yang sama pada setiap program dipilih agar masyarakat lebih mudah mengenali seluruh kegiatan sebagai bagian dari satu gerakan pemberdayaan yang saling terhubung.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah TANGKIS SEWU (Tangkal Penyakit Jamur, Wereng, dan Hama Tikus pada Tanaman) dan SIGAP SEWU (Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan PMK).
Kedua program tersebut sengaja diselenggarakan dalam satu hari karena sebagian besar masyarakat Sendangwungu berprofesi sebagai petani sekaligus peternak.
Dengan pendekatan ini, peserta tidak perlu menghadiri dua kegiatan pada waktu yang berbeda sehingga pelaksanaan menjadi lebih efektif.
Sebanyak 23 petani yang mewakili berbagai kelompok tani mengikuti kegiatan yang terbagi ke dalam dua sesi tersebut.
Tim KKN-T IPB University memperkenalkan pembuatan pestisida nabati berbahan alami, seperti daun pepaya, serta mendemonstrasikan pembuatan ramuan tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan ternak.
Seluruh materi disusun berdasarkan kajian ilmiah dan jurnal, kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sendangwungu, Mas Dedi. Ia berharap para petani yang mengikuti penyuluhan dapat menjadi agent of change bagi kelompok tani masing-masing sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi juga dapat diteruskan kepada petani lainnya.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan program yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian. Salah satu diskusi yang menarik perhatian peserta adalah mengenai pengendalian hama tikus.
Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa pengendalian akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama karena hama dapat berpindah dari lahan yang belum menerapkan pengendalian.
Meski demikian, tim juga menghadapi tantangan dalam pelaksanaan program. Saat kegiatan berlangsung, Desa Sendangwungu sedang memasuki musim kemarau sehingga sebagian besar lahan belum memasuki masa tanam padi.
Kondisi tersebut membuat pestisida nabati yang diperkenalkan belum dapat langsung diuji di sawah. Namun, pengetahuan yang telah diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika musim tanam berikutnya dimulai.
Selain mendukung sektor pertanian dan peternakan, Tim KKN-T IPB University juga melaksanakan PIRING SEWU (Pintar Isi Piring untuk Gizi Seimbang) yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader Posyandu.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai konsep Isi Piringku sekaligus batas konsumsi gula, garam, dan lemak harian sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
Agar lebih mudah dipahami, tim menghadirkan demonstrasi menggunakan timbangan, gula, garam, minyak goreng, serta berbagai contoh makanan dan minuman yang umum dikonsumsi masyarakat.
Salah satu momen yang paling menarik terjadi ketika peserta mengetahui jumlah minyak yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Banyak peserta mengaku baru menyadari bahwa batas konsumsi lemak harian ternyata jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah minyak yang biasa digunakan dalam kegiatan memasak sehari-hari.
Melalui pendekatan visual tersebut, materi yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta.
Pada sektor pendidikan, Tim KKN-T IPB University melaksanakan KABAR SEWU (Kenali dan Bangun Lingkungan yang Aman dan Ramah) di MTs An Nur Sendangwungu yang diikuti oleh sekitar 128 siswa.
Program ini membahas pencegahan kekerasan seksual dan perundungan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta kuis berhadiah di akhir kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama dari para siswi yang aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam sesi diskusi.
Sementara itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan melalui GASPOL SEWU (Gerakan UMKM Sendangwungu Go Digital) yang saat ini masih berada dalam tahap pendampingan.
Program ini menyasar tiga UMKM lokal, yaitu Rif-Zha Snack, Telur Asin Jaya, dan Bayan Snack. Ketiganya didampingi dalam pembuatan profil usaha di Google Maps, desain banner usaha, serta pembuatan video promosi.
Google Maps dipilih sebagai media digital utama karena dinilai paling mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Melalui satu platform, pemilik usaha dapat menampilkan lokasi usaha, nomor telepon, jam operasional, serta foto produk tanpa perlu mengelola media sosial secara intensif.
Pendekatan ini diharapkan menjadi langkah awal agar pelaku UMKM mulai memiliki identitas digital yang mudah diakses oleh calon konsumen.
Para pelaku UMKM pun menyampaikan harapan agar pendampingan tersebut dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produk mereka.
Hingga pertengahan pelaksanaan KKN, 4 dari 5 program utama telah terlaksana, sementara GASPOL SEWU masih memasuki tahap penyelesaian pendampingan. Bagi Tim KKN-T IPB University, SEWU bukan sekadar nama yang melekat pada setiap program, tetapi menjadi identitas yang menggambarkan satu pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui pertanian, peternakan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, setiap program dirancang untuk saling melengkapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ditemukan sejak tahap observasi.
Melalui gerakan SEWU, Tim KKN-T IPB University berharap program yang telah dijalankan tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian berlangsung. Namun, juga dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Sendangwungu sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih mandiri dan berdaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


