korea selatan incar pasar halal indonesia ini strategi dan peluang yang perlu kita tahu - News | Good News From Indonesia 2026

Korea Selatan Incar Pasar Halal Indonesia, Ini Strategi dan Peluang yang Perlu Kita Tahu

Korea Selatan Incar Pasar Halal Indonesia, Ini Strategi dan Peluang yang Perlu Kita Tahu
images info

PIC by Jakub Kapusnak | Unsplash


Kawan GNFI, ada fenomena menarik yang sedang berkembang pesat dan jarang disorot dari angle ekonomi: Korea Selatan, negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim, kini sedang sangat serius mengincar pasar produk halal Indonesia. Di balik gelombang K-pop, K-drama, dan K-beauty yang sudah lebih dulu masuk, kini giliran produk halal Korea yang sedang menyiapkan ekspansinya ke negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Mengapa Indonesia Jadi Target Utama?

Alasannya sederhana dan sangat logis secara ekonomi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Papatung (2025), laporan tahunan State of the Global Islamic Economy mengungkapkan bahwa pengeluaran konsumen Muslim untuk produk halal telah mencapai angka yang sangat besar dan diperkirakan akan terus tumbuh.

Indonesia menjadi pasar terbesar sekaligus paling strategis dalam lanskap ini. Dengan populasi Muslim mencapai 231,06 juta jiwa atau 86,7 persen dari total penduduk Indonesia, besarnya pasar potensial ini tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang serius dalam industri produk halal global, termasuk Korea Selatan.

baca juga

Strategi Korea Selatan: Dari Gastrodiplomasi hingga Sertifikasi Halal

Penelitian yang dipublikasikan dalam Ekopedia, Jurnal Ilmiah Ekonomi (2026) berjudul "Strategi Pemasaran Korean Halal Food oleh Korea Selatan di Indonesia" mengungkap secara mendalam bagaimana negara ginseng itu mendekati pasar Muslim Indonesia. Studi ini menemukan bahwa Korea Selatan menjalankan strategi berlapis yang mencakup tidak hanya sertifikasi halal untuk produk-produknya, tetapi juga pendekatan gastrodiplomasi yang mengintegrasikan makanan halal Korea ke dalam narasi budaya Korea yang lebih luas.

Gelombang Hallyu atau Korean Wave yang sudah lebih dulu memikat jutaan anak muda Indonesia melalui K-pop dan K-drama menjadi fondasi yang sangat kuat untuk ekspansi produk halal Korea. Ketika seseorang sudah mencintai BTS atau drama Korea, pintu untuk mencoba makanan Korea berlabel halal terbuka jauh lebih lebar.

Tantangan yang Masih Harus Diatasi

Namun penelitian yang sama juga mengidentifikasi hambatan nyata yang dihadapi Korea Selatan dalam strategi ini. Korea Selatan menghadapi keterbatasan dalam memasarkan makanan halal Korea ke negara-negara Muslim, termasuk Indonesia. Tantangan utamanya adalah memastikan seluruh rantai produksi memenuhi standar halal yang diakui oleh lembaga sertifikasi Muslim, termasuk BPJPH di Indonesia.

Sementara itu dari sisi Indonesia, penelitian dalam jurnal ilmiah tentang dinamika industri halal di Indonesia menegaskan bahwa Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan dalam memanfaatkan posisinya sebagai negara dengan pasar halal terbesar. Kesiapan UMKM yang masih terbatas, infrastruktur logistik yang belum optimal, dan persaingan ketat dengan Malaysia dan Thailand yang sistem sertifikasi halalnya lebih terstruktur menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Labelisasi Halal Sebagai Kunci Keputusan Pembelian

Penelitian yang dipublikasikan dalam Iqtishaduna, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari'ah (Juli 2026) tentang pengaruh labelisasi halal terhadap keputusan pembelian produk Korean Food menemukan bahwa sertifikasi dan label halal adalah faktor kunci yang dipertimbangkan konsumen Muslim ketika memilih produk makanan internasional termasuk kuliner Korea. Ini berarti, bagi Korea Selatan, investasi dalam sertifikasi halal bukan sekadar formalitas, melainkan kunci masuk ke pasar yang sangat besar.

baca juga

Peluang Dua Arah untuk Indonesia

Kawan GNFI, tren ini sesungguhnya menyimpan peluang dua arah yang patut kita renungkan. Di satu sisi, masuknya produk halal Korea memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Muslim Indonesia. Di sisi lain, fenomena ini seharusnya menjadi pemicu bagi Indonesia untuk semakin memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar produk halal terbesar, tetapi juga sebagai produsen dan eksportir produk halal yang diperhitungkan di tingkat global.

Indonesia dengan kekayaan rempah, bahan pangan lokal yang melimpah, dan populasi Muslim terbesar dunia, seharusnya menjadi pemain utama, bukan sekadar pasar, dalam ekosistem ekonomi halal global yang nilainya mencapai triliunan dolar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.