cara belajar aksara jawa dengan mudah - News | Good News From Indonesia 2026

7 Cara Belajar Aksara Jawa dengan Mudah untuk Pemula

7 Cara Belajar Aksara Jawa dengan Mudah untuk Pemula
images info

7 Cara Belajar Aksara Jawa dengan Mudah untuk Pemula | Wkimedia Commons | Kidemang


Melihat deretan aksara Jawa untuk pertama kali tentu dapat membuat siapa pun merasa bingung. Bentuknya sekilas mirip satu sama lain, sementara jumlah karakter yang perlu dikenali terasa cukup banyak. Tidak heran jika belajar aksara Jawa sering dianggap sulit, terutama ketika semua karakter langsung dihafalkan sekaligus.

Padahal, belajar aksara Jawa tidak harus dimulai dengan menghafal semuanya dalam satu waktu. Prosesnya bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari mengenali aksara dasar, memahami pasangan dan sandhangan, hingga membiasakan diri membaca dan menuliskannya. 

Lalu, bagaimana sebaiknya mulai belajar aksara Jawa? Berikut beberapa langkah yang bisa Kawan GNFI coba!

Mulai dari Mengenal Aksara Jawa Dasar

Langkah pertama yang dapat dicoba untuk belajar aksara Jawa adalah mengenali aksara nglegena, yakni aksara dasar dalam aksara Jawa. Pada tahap ini, Kawan tidak perlu langsung memikirkan aturan penulisan dan tambahan-tambahan lain. Cukup fokuskan latihan pada bentuk dan bunyi aksaranya.

Misalnya, kenali bahwa ꦲ dibaca ha, ꦤ dibaca na, dan ꦕ dibaca ca. Hal ini bertujuan untuk membiasakan mata mengenali huruf ini saat membaca. 

Agar tidak terasa terlalu banyak, bagi aksara nglegena ke dalam beberapa kelompok kecil. Satu sesi bisa digunakan untuk mempelajari beberapa karakter, kemudian dilanjutkan dengan latihan mengenali kembali karakter yang sudah dipelajari. 

Supaya proses belajar lebih ringan, bisa juga dibuat tabel sederhana atau kartu bantuan untuk belajar. Misalnya dengan menempatkan aksara di satu sisi dan bunyinya di sisi lain, kemudian kita harus mencocokkannya.

Semakin sering melihat dan mencocokkan bentuk dengan bunyinya, semakin mudah pula aksara tersebut dikenali. 

Gunakan Pola Hanacaraka sebagai Jembatan Menghafal

Urutan ha-na-ca-ra-ka, da-ta-sa-wa-la, pa-dha-ja-ya-nya, ma-ga-ba-tha-nga dapat digunakan untuk mempermudah kita mengenali aksara Jawa. Kawan dapat coba mengucapkan urutannya sambil melihat bentuk setiap aksara. Setelah beberapa kali, tutup contoh yang digunakan dan coba tuliskan kembali aksara tersebut. 

Latihan recall sederhana seperti ini dapat membantu mengetahui karakter mana yang sudah mulai dikenali dan mana yang masih perlu diulang.

Metode ini mungkin tidak cocok bagi sebagian orang, maka dari itu, cara ini hanya menjadi salah satu opsi untuk mempermudah dan dapat disesuaikan kembali tergantung kebutuhan.

Setelah aksara dasar mulai familiar, barulah pembelajaran dapat dilanjutkan ke bagian lain yang membuat penulisan aksara Jawa semakin lengkap, yaitu pasangan dan sandhangan.

Belajar Pasangan dan Sandhangan secara Bertahap

Pasangan dan sandhangan merupakan bagian penting dalam penulisan aksara Jawa, tetapi tidak perlu langsung dipelajari seluruhnya sekaligus.

Aksara Pasangan | Wkimedia Commons | Kidemang
info gambar

Aksara Pasangan | Wkimedia Commons | Kidemang


Secara sederhana, pasangan digunakan untuk menghilangkan bunyi vokal a pada aksara sebelumnya. Contohnya dapat dilihat pada kata “sakti” yang ditulis ꦱꦏ꧀ꦠꦶ. Huruf ꦏ (ka) tidak dibaca ka, tetapi hanya k karena setelahnya ada bunyi t. Di sinilah pasangan ta digunakan. Pasangan tersebut diletakkan di bawah aksara ka, sehingga bunyinya menjadi k-ti, bukan ka-ti.

Jadi, sederhananya, pasangan membantu menghilangkan bunyi “a” pada huruf sebelumnya yang langsung diikuti huruf lain. 

Sementara itu, sandhangan merupakan tanda yang ditempatkan pada aksara untuk mengubah atau menambahkan bunyi, misalnya bunyi vokal atau konsonan tertentu. Beberapa sandhangan dasar yang umum ditemui antara lain:

  • Wulu (ꦶ), digunakan untuk mengubah bunyi a menjadi i. Contohnya, ꦏ (ka) menjadi ꦏꦶ (ki).
  • Suku (ꦸ), digunakan untuk menghasilkan bunyi u. Contohnya, ꦏ (ka) menjadi ꦏꦸ (ku).
  • Taling (ꦺ), digunakan untuk menghasilkan bunyi é atau e tertentu. Contohnya, ꦏꦺ (ké).
  • Pepet(ꦼ), digunakan untuk menghasilkan bunyi ê. Contohnya, ꦏꦼ (kê).
  • Taling tarung(ꦺꦴ), digunakan untuk menghasilkan bunyi o. Contohnya, ꦏꦺꦴ (ko).

Selain sandhangan yang mengubah bunyi vokal, terdapat pula sandhangan yang digunakan untuk menambahkan bunyi tertentu, seperti cecak (ꦁ) untuk bunyi ng, layar (ꦂ) untuk bunyi r, dan wignyan(ꦃ) untuk bunyi h pada posisi tertentu.

Untuk pemula, tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Mulailah dengan mengenali bentuk, fungsi, dan contoh penggunaannya satu per satu agar lebih memahaminya.

baca juga

Latihan Membaca Kata-Kata Sederhana

Setelah mulai mengenali bentuk aksara, jangan berhenti pada hafalan. Cobalah menggunakannya untuk membaca kata-kata sederhana. Untuk tahap awal, pilih kata pendek yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya nama benda, anggota keluarga, atau kosakata Bahasa Jawa yang sederhana, dan coba untuk menghindari kata-kata yang mengandung pasangan atau sandhangan. Contohnya seperti,

  • ꦧꦸꦏꦸ: buku
  • ꦏꦠ: kata
  • ꦩꦠ: mata

Setelah mulai terbiasa, tingkatkan kesulitannya secara perlahan dengan memasukkan kata yang menggunakan sandhangan atau pasangan. 

Tidak perlu memasukkan terlalu banyak kata dalam sattu sesi pembelajaran. Kawan bisa menggunakan beberapa kata saja, tetapi dibaca secara rutin. Hal ini justru dapat membuat latihan lebih efektif untuk membangun kebiasaan sebelum beralih ke tingkatan yang lebih sulit.

Biasakan Menulis Ulang dengan Tangan

Selain membaca, sesekali cobalah menulis ulang aksara Jawa dengan tangan. Untuk pemula, latihan bisa dimulai dengan menyalin aksara dari contoh. Gunakan buku latihan atau lembar bergaris dan berpetak agar ukuran huruf serta posisi tulisan lebih konsisten. 

Setelah mulai terbiasa, tutup contoh dan coba tuliskan kembali aksara yang tadi dipelajari. Kemudian, buka kembali sumber yang tadi dijadikan contoh untuk memeriksa bentuknya apakah sudah benar. Perhatikan bagian yang berbeda dan ulangi menulis karakter tersebut jika masih belum tepat.

Gunakan Media Digital untuk Membuat Latihan Lebih Menarik

Belajar aksara Jawa tidak harus selalu dilakukan dengan buku dan pensil. Setelah memahami bentuk serta fungsi dasarnya, gawai yang kita punya juga dapat digunakan sebagai media latihan. Misalnya, Kawan bisa mencoba mengetik aksara Jawa melalui keyboard aksara Jawa, membuka situs pembelajaran, atau menggunakan materi digital yang menyediakan latihan membaca dan menulis.

Media digital dapat membantu pembelajar melihat aksara dalam bentuk yang lebih beragam. Setelah terbiasa menulis secara manual, misalnya, latihan dapat dilanjutkan dengan mengetik kata-kata sederhana menggunakan keyboard aksara Jawa. Cara ini sekaligus membuat pembelajar semakin familiar dengan karakter yang sebelumnya sudah dipelajari.

Buat Jadwal Latihan Singkat tetapi Konsisten

Agar belajar lebih efektif, sesi belajar tidak harus dilakukan berjam-jam dalam satu waktu. Sesi belajar juga dapat dilakukan mulai dari 15–20 menit, tetapi rutin.

Materinya pun bisa dibagi secara bertahap agar tidak terasa menumpuk. Hari pertama dapat digunakan untuk mengenali aksara dasar, lalu dilanjutkan dengan menguatkan hafalan. Setelah itu, mulai mengenal pasangan dan sandhangan, sebelum beralih ke latihan membaca serta menulis kata dan kalimat sederhana.

Contoh pola latihan yang bisa dicoba:

  1. Kenali bentuk aksara.
  2. Hafalkan bunyinya.
  3. Tutup contoh dan uji ingatan.
  4. Tulis ulang dari ingatan.
  5. Coba membaca kata sederhana.
  6. Tambahkan materi yang sedikit lebih sulit.
  7. Ulangi materi sebelumnya secara berkala.
baca juga

Belajar Aksara Jawa dengan Cara yang Menyenangkan

Belajar aksara Jawa akan terasa lebih ringan ketika latihan tidak selalu berupa menghafal karakter dan mengerjakan soal. Cobalah memasukkan aksara Jawa ke dalam hal-hal yang memang disukai atau sering ditemui sehari-hari.

Misalnya, mulai dengan menulis nama sendiri, nama teman, nama kota, atau kosakata bahasa Jawa menggunakan aksara Jawa. Jika menyukai musik, judul lagu juga bisa dijadikan bahan latihan. Sementara itu, bagi yang tertarik dengan budaya Jawa, nama makanan, kesenian, atau istilah budaya dapat digunakan untuk mengenali aksara Jawa.

Latihan juga dapat dibuat lebih kreatif dengan menulis caption atau membuat desain sederhana menggunakan aksara Jawa. Dengan cara seperti ini, belajar jadi terasa lebih menyenangngkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.