Suasana yang berbeda dari biasanya mewarnai Incoming Preparation Seminar program Incoming Global Volunteer (iGV) AIESEC in Unila kali ini. Alih-alih digelar di ruang seminar konvensional, kegiatan pembekalan bagi Jiahui Wang atau yang akrab disapa Lumisea sebagai Exchange Participant (EP) berlangsung di Tomoro Coffee, Jalan Teuku Umar, Kedaton, menghadirkan nuansa lebih santai namun tetap sarat informasi penting seputar proyek Green Leaders yang akan dijalani Lumisea selama enam minggu ke depan.
Pemilihan kedai kopi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Panitia ingin menciptakan suasana yang lebih hangat dan tidak kaku, sehingga Lumisea sebagai peserta pertukaran dari luar negeri dapat lebih nyaman menyerap informasi sekaligus membangun kedekatan personal dengan tim yang akan mendampinginya selama masa proyek berlangsung. Konsep ini pun terbukti berhasil menciptakan atmosfer yang berbeda dari sesi pembekalan pada umumnya.
Sebanyak 14 orang turut hadir dalam sesi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga siang hari ini, termasuk Lumisea dari Tiongkok, Local Volunteer (LV), tim AIESEC in Unila, hingga narasumber dari Sun Education yang turut memberikan pemaparan terkait aspek pendukung program. Rangkaian sesi mencakup berbagai materi, mulai dari pengenalan program secara umum, safety guideline, gambaran aktivitas proyek Green Leaders, hingga informasi seputar kehidupan sehari-hari selama berada di Bandar Lampung.
Lumisea membagikan kesannya usai mengikuti rangkaian sesi tersebut. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai program cukup kompleks karena mencakup banyak aspek sekaligus dalam satu waktu, mulai dari hal teknis hingga non-teknis.
Meski demikian, ia tetap merasa sesi ini menarik dan berhasil menambah pemahamannya mengenai Universitas Lampung (UNILA) serta lingkungan sekitarnya, termasuk gambaran budaya lokal yang akan ia temui selama menjalankan proyek. Bagi Lumisea, informasi yang disampaikan secara langsung dan interaktif ini dinilai lebih mudah dipahami dibandingkan hanya membaca materi tertulis.
Dari sisi panitia, sesi ini juga menjadi pengalaman berkesan tersendiri. Taza, salah satu anggota tim yang bertugas menjelaskan proyek kepada Lumisea, mengaku sempat merasa gugup karena ini merupakan realisasi pertama iGV yang ia tangani secara langsung sebagai person in charge.
Rasa gugup tersebut wajar mengingat besarnya tanggung jawab untuk memastikan EP memahami seluruh informasi yang disampaikan dengan baik. Meski begitu, ia menyampaikan bahwa interaksi dengan Lumisea berjalan menyenangkan dan penuh perbincangan hangat sepanjang sesi berlangsung, sehingga rasa gugup di awal perlahan berganti menjadi kepercayaan diri seiring berjalannya diskusi.
Selain kesan dari sisi materi dan interaksi, pemilihan lokasi di Tomoro Coffee juga dinilai memadai untuk mendukung kelancaran kegiatan. Mulai dari pendingin ruangan, layar monitor untuk presentasi, kelistrikan, hingga stop kontak yang semuanya berfungsi dengan baik dan layak digunakan selama kegiatan berlangsung. Fasilitas yang mumpuni ini turut memastikan bahwa meskipun berada di luar ruang seminar formal, kualitas penyampaian materi tidak berkurang sedikit pun.
Secara keseluruhan, sesi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini dinilai sukses menjalankan fungsinya sebagai pembekalan awal bagi Lumisea sebelum resmi memulai proyeknya. Lumisea tidak hanya memperoleh informasi teknis mengenai program, safety guideline, dan aktivitas proyek, tetapi juga sempat merasakan suasana interaksi yang cair dan bersahabat dengan tim AIESEC in Unila di tengah suasana kedai kopi yang santai. Momen berbincang sambil menikmati kopi ini turut menjadi sarana bagi Lumisea untuk lebih mengenal karakter masing-masing anggota tim yang akan mendampinginya.
Pengalaman perdana menggelar Incoming Preparation Seminar di luar ruang seminar konvensional ini menjadi modal berharga bagi AIESEC in Unila untuk terus menyempurnakan pelaksanaan sesi-sesi persiapan berikutnya, baik dari sisi materi, interaksi, maupun kenyamanan fasilitas.
Evaluasi dari pengalaman kali ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi realisasi iGV selanjutnya, sehingga setiap Exchange Participant yang datang dapat memperoleh pembekalan yang tidak hanya informatif, tetapi juga berkesan secara personal, demi mendukung kelancaran perjalanan Lumisea menjalankan proyek Green Leaders selama enam minggu ke depan di Bandar Lampung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


