mahasiswa ipb dorong inovasi produk mocaf di enggal rejo - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa IPB Dorong Inovasi produk MOCAF di Enggal Rejo

Mahasiswa IPB Dorong Inovasi produk MOCAF di Enggal Rejo
images info

Pengolahan Mocaf Menjadi Brownies Mini


Singkong menjadi salah satu komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Pekon Enggal Rejo, Kabupaten Pringsewu. Selain dipasarkan sebagai hasil pertanian, singkong memiliki peluang untuk diolah lebih lanjut menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Melihat potensi tersebut, 8 mahasiswa KKNT (KKNT Inovasi) IPB 2026 menghadirkan program “MOCAF: Value Creation” di Pekon Enggal Rejo. Program ini berfokus pada penciptaan produk olahan turunan dari tepung singkong termodifikasi atau Modified Cassava Flour (MOCAF).

Alih-alih berhenti pada pemanfaatan MOCAF sebagai tepung, inisiasi tersebut mengajak masyarakat untuk melihat lebih jauh peluang pengembangannya menjadi produk pangan yang dapat dibuat dalam skala rumah tangga.

Salah satunya melalui praktik pengolahan MOCAF menjadi brownies bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga setempat.

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian KKNT Inovasi IPB yang berlangsung selama 6 pekan, dari 6 Juli—14 Agustus 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Diki Akhwan Mulya, S.E., M.Si. Mereka juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB. Tim ini dipimpin oleh Khrisna Dwinanda Putra dari Departemen Ilmu Ekonomi dan beranggotakan mahasiswa lintas bidang.

baca juga

Dari Potensi Singkong ke MOCAF

Sebagai wilayah agraris, masyarakat Pringsewu banyak bergantung pada sektor pertanian, termasuk komoditas singkong. Di tengah potensi tersebut, MOCAF menjadi salah satu bentuk pengolahan yang dapat memperpanjang rantai nilai singkong sebelum sampai ke konsumen.

Pekon Enggal Rejo termasuk salah satu wilayah yang menjadi bagian dari pengembangan sentra MOCAF di Kecamatan Adiluwih. Namun, pemanfaatan MOCAF di tingkat masyarakat masih dapat dikembangkan, terutama dalam hal diversifikasi produk olahan.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi dasar tim KKNT IPB merancang “MOCAF: Value Creation”. Program tidak hanya memperkenalkan MOCAF sebagai bahan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menciptakan produk baru dari tepung tersebut.

Belajar dari Sentra MOCAF

Sebelum melaksanakan praktik bersama masyarakat, tim KKNT IPB melakukan kunjungan ke salah satu sentra produksi MOCAF di Desa Tulung Agung, Kabupaten Pringsewu.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung proses pengolahan MOCAF yang telah berjalan dan mempelajari bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

Pengalaman dari kunjungan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan di Pekon Enggal Rejo.

Tim melihat bahwa pengembangan produk turunan dapat menjadi langkah yang lebih dekat dengan masyarakat karena prosesnya dapat dilakukan dalam skala rumah tangga dengan peralatan yang relatif sederhana.

baca juga

Menciptakan Nilai Tambah lewat Brownies MOCAF

Salah satu bentuk penerapan program “MOCAF: Value Creation” diwujudkan melalui praktik pembuatan brownies berbahan dasar tepung MOCAF. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bersama ibu-ibu KWT dan warga setempat.

Brownies dipilih karena merupakan produk yang cukup familiar, mudah dikembangkan dalam skala rumahan, dan dapat menjadi contoh sederhana bagaimana tepung MOCAF diolah menjadi produk siap konsumsi.

Kegiatan diawali dengan pengenalan singkat mengenai MOCAF dan potensinya sebagai bahan dasar produk pangan. Setelah itu, peserta diperkenalkan dengan resep dan takaran bahan, kemudian mempraktikkan proses pembuatan brownies secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat selama proses berlangsung. Tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, peserta juga berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk lain yang dapat dibuat menggunakan tepung MOCAF.

Membangun Nilai dari Bahan yang Ada

Melalui “MOCAF: Value Creation”, masyarakat diajak melihat bahwa nilai sebuah komoditas tidak berhenti ketika hasil pertanian dipanen. Singkong yang diolah menjadi MOCAF masih memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan.

Praktik pembuatan brownies menjadi salah satu contoh sederhana dari proses penciptaan nilai tersebut. Dari tepung MOCAF, masyarakat dapat menghasilkan produk yang lebih siap dikonsumsi sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Bagi tim KKNT IPB, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan cara mengolah MOCAF menjadi produk yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali secara mandiri oleh warga.

Ke depan, pengembangan produk turunan MOCAF diharapkan tidak berhenti pada brownies. Masih terbuka peluang untuk menciptakan berbagai produk olahan lain yang sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar.

Dengan begitu, “MOCAF: Value Creation” tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk menciptakan nilai tambah dari potensi singkong yang dimiliki masyarakat Pekon Enggal Rejo.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

OA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.