Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Hal tersebut diwujudkan melalui program kerja BERSERI (Bersih, Sehat, dan Bergizi) yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) oleh mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University di MI Muhammadiyah Karangwuni.
BERSERI dirancang dengan kegiatan edukatif dan interaktif yang mengajak siswa-siswi untuk mengenal berbagai aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemenuhan gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”, hingga pengelolaan sampah berdasarkan jenisnya.
Edukasi PHBS diberikan untuk memperkenalkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, melalui materi “Isi Piringku”, siswa-siswi diajak untuk mengenal pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan diri, Program BERSERI mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui edukasi pemilahan sampah.
Para siswa diperkenalkan dengan tiga kategori utama sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dengan mengenali jenis sampah, siswa diharapkan dapat mulai membiasakan diri untuk membuang dan memilah sampah sesuai kategorinya.
Seluruh rangkaian edukasi dikemas dalam permainan edukatif dan aktivitas interaktif. Peserta diajak untuk belajar sambil bermain, menjawab pertanyaan, serta menentukan tindakan yang tepat berdasarkan situasi yang diberikan.
Keseruan BERSERI bersama siswa-siswi MI Muhammadiyah Karangwuni(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Salah satu hal menarik dalam program BERSERI adalah kehadiran tong sampah hasil daur ulang galon bekas yang dibuat secara langsung oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB University. Tong sampah tersebut kemudian digunakan sebagai media pendukung dalam kegiatan edukasi pemilahan sampah.
Pemanfaatan galon bekas menjadi tong sampah menjadi contoh nyata bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa dan menyampaikan informasi kesehatan menggunakan bahasa yang sederhana serta mudah dipahami.
Penyampaian materi tidak dilakukan secara satu arah, melainkan melibatkan siswa melalui tanya jawab, permainan edukatif, dengan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan tersebut membuat suasana kegiatan menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka berani menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berpartisipasi dalam kegiatan pemilahan sampah. Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, pesan mengenai kebersihan, kesehatan, gizi, dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa. Kebiasaan ini diharapkan terus diterapkan di sekolah maupun rumah setiap hari.
Melalui BERSERI, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga berupaya menanamkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, juga dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta membiasakan diri memilah sampah sejak dini. Hadirnya BERSERI menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bergizi.
Melalui kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, program ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan generasi muda yang semakin peduli terhadap kesehatan diri, kebersihan lingkungan, serta kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


