Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Institut Pertanian Bogor atau KKNT IPB Desa Cepoko menyelenggarakan kegiatan GEMA (Generasi Muda dan Berdaya) di SMP Negeri 3 Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini berfokus pada edukasi mengenai fenomena iklim El Niño serta penguatan motivasi belajar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Program GEMA merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan generasi muda. Nama Generasi Muda dan Berdaya mencerminkan harapan agar para siswa memiliki wawasan, semangat belajar, dan kepercayaan diri dalam merencanakan masa depan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai fenomena El Niño. Para siswa diperkenalkan pada pengertian, proses terjadinya, ciri-ciri, serta dampak El Niño terhadap kondisi cuaca dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
El Niño merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Salah satu dampak yang umum dirasakan adalah berkurangnya curah hujan sehingga musim kemarau dapat berlangsung lebih panjang dan terasa lebih kering.
Berkurangnya curah hujan dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti menurunnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kekeringan, terganggunya kegiatan pertanian, serta meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan. Penjelasan tersebut dikaitkan dengan kondisi lingkungan sekitar agar siswa dapat memahami hubungan antara fenomena iklim dan kehidupan masyarakat.
Pemahaman mengenai El Niño penting diberikan kepada siswa SMPN 3 Ngrayun karena kehidupan masyarakat di Kecamatan Ngrayun memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi lingkungan dan sektor pertanian. Perubahan pola hujan serta musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dapat memengaruhi ketersediaan air, pertumbuhan tanaman, dan aktivitas masyarakat.
Selain menjelaskan penyebab dan dampaknya, mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko menyampaikan beberapa tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi musim kemarau. Para siswa diajak untuk menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, merawat tanaman, menghindari pembakaran sampah secara sembarangan, serta turut menjaga sumber air yang tersedia di lingkungan sekitar.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai materi El Niño yang belum mereka pahami. Mahasiswa KKNT IPB kemudian menjawab setiap pertanyaan sekaligus memberikan penjelasan tambahan agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih baik.
Sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif. Siswa menunjukkan rasa ingin tahu mengenai proses terjadinya El Niño, dampaknya terhadap lingkungan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi musim kemarau. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam materi secara langsung bersama mahasiswa.
Setelah sesi tanya jawab selesai, para siswa mengikuti tes akhir atau post-test. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi El Niño yang telah disampaikan. Pertanyaan dalam post-test disusun berdasarkan pokok-pokok pembahasan, mulai dari pengertian El Niño, dampak yang ditimbulkan, hingga tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menghadapinya.
Pelaksanaan post-test juga menjadi bagian dari evaluasi kegiatan edukasi. Melalui hasil pengerjaan siswa, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana materi telah diterima dan dipahami. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga memperhatikan hasil pembelajaran para peserta.
Kawan GNFI, edukasi mengenai fenomena iklim kepada generasi muda menjadi penting karena perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas. Pengetahuan yang diberikan sejak usia sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian program GEMA kemudian dilanjutkan dengan pemberian motivasi belajar. Mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko mengajak para siswa untuk mempertahankan semangat belajar dan mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai salah satu bekal untuk mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita. Para siswa didorong untuk memiliki tujuan, membangun kebiasaan belajar yang baik, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama proses pendidikan.
Mahasiswa juga menekankan bahwa melanjutkan pendidikan membutuhkan kemauan, kedisiplinan, dan usaha yang dilakukan secara konsisten. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang selama bersedia belajar, mengenali kemampuan diri, dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
Program GEMA berupaya menumbuhkan keyakinan bahwa latar belakang tempat tinggal tidak seharusnya membatasi semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan. Para siswa diajak untuk berani memiliki cita-cita dan terus meningkatkan kemampuan melalui proses belajar.
Untuk menjaga konsentrasi peserta dan menciptakan suasana yang lebih menyenangkan, mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko turut menyisipkan sesi ice breaking. Permainan sederhana tersebut melibatkan siswa secara aktif sehingga suasana kegiatan menjadi lebih santai dan interaktif.
Sesi ice breaking juga membantu membangun kedekatan antara mahasiswa dan siswa. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan serta lebih nyaman berinteraksi selama proses penyampaian materi. Perpaduan antara edukasi, sesi tanya jawab, post-test, motivasi belajar, dan ice breaking membuat program GEMA berlangsung secara komunikatif dan tidak monoton.
Melalui pelaksanaan program GEMA, mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko berharap siswa SMPN 3 Ngrayun memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena El Niño dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta mendorong penerapan kebiasaan sederhana dalam menghadapi kondisi musim kemarau.
Selain meningkatkan wawasan mengenai fenomena iklim, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat belajar siswa dan mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan menjadi salah satu sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri.
Program Generasi Muda dan Berdaya juga mencerminkan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa depan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKNT IPB Desa Cepoko, pihak SMPN 3 Ngrayun, dan para siswa, kegiatan GEMA menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat semangat generasi muda agar terus belajar, berkembang, dan berdaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


