BERITA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus memaksimalkan pemanfaatan lahan idle (kosong) seluas 700 meter persegi di area luar tembok Lapas. Pada Senin (19/10), lahan tersebut resmi ditanami nanas lokal Tuatunu dengan melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Roni Darmawan, serta Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kepulauan Babel, Dian Artanto. Turut hadir jajaran pejabat struktural Lapas Pangkalpinang dan penyuluh pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Didi Wahyudi, yang memberikan pendampingan teknis budidaya.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, menjelaskan bahwa penanaman ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lahan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin mendorong pemanfaatan lahan agar lebih produktif, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan budidaya. Harapannya, nanas lokal Tuatunu ini bisa berkembang menjadi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru,” ujar Febie.
Apresiasi senada disampaikan oleh Roni Darmawan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program penanaman ini agar memberikan dampak nyata.
Baca Selengkapnya

