cng ditargetkan untuk rumah tangga pada 2027 ini yang perlu diketahui - News | Good News From Indonesia 2026

CNG Ditargetkan untuk Rumah Tangga pada 2027, Ini yang Perlu Diketahui!

CNG Ditargetkan untuk Rumah Tangga pada 2027, Ini yang Perlu Diketahui!
images info

CNG Ditargetkan untuk Rumah Tangga pada 2027, Ini yang Perlu Diketahui! | Pexels | Mateusz Feliksik


Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Pemanfaatan gas bumi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus mengoptimalkan sumber daya energi dalam negeri.

Melansir dari Bisnis.com pada Kamis (15/10/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa biaya penggunaan CNG berpotensi lebih murah sekitar 30–40 persen dibandingkan LPG. Namun, penerapannya untuk kebutuhan rumah tangga masih memerlukan pengujian dan evaluasi lebih lanjut.

Seperti yang diwartakan oleh ANTARA, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan CNG dalam tabung 3 kilogram dapat digunakan masyarakat pada 2027. Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi hasil uji coba sekaligus mempersiapkan skema penerapannya. 

Apa Itu CNG?

CNG merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas atau gas alam terkompresi. Gas ini berasal dari gas bumi yang dimampatkan hingga bertekanan tinggi agar dapat disimpan dan didistribusikan menggunakan tabung khusus.

CNG umumnya mengandung metana sebagai komponen utama. Gas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk berbagai keperluan, mulai dari kendaraan, kegiatan komersial, hingga kebutuhan energi lainnya.

Meski sama-sama digunakan sebagai bahan bakar, CNG dan LPG memiliki karakteristik berbeda. CNG disimpan dalam kondisi gas dengan tekanan tinggi, sedangkan LPG yang digunakan dalam tabung rumah tangga disimpan dalam bentuk cair di bawah tekanan.

Perbedaan tersebut membuat keduanya memerlukan tabung dan sistem penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing. Karena itu, rencana penggunaan CNG untuk rumah tangga tidak sekadar mengganti isi tabung, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.

baca juga

Mengapa CNG Dipertimbangkan sebagai Alternatif LPG?

Salah satu alasan pemerintah mengembangkan CNG adalah ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Kebutuhan LPG nasional masih jauh lebih besar daripada produksi dalam negeri.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mencari alternatif yang dapat memanfaatkan sumber energi domestik. CNG menjadi salah satu pilihan karena menggunakan gas bumi yang tersedia di Indonesia.

Melalui pengembangan CNG, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi dalam negeri dapat meningkat. Langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan LPG dari luar negeri dan menekan pengeluaran devisa.

CNG Sudah Digunakan di Sektor Usaha

Penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sebelum direncanakan untuk kebutuhan rumah tangga, gas ini telah dimanfaatkan di sejumlah sektor usaha, termasuk hotel dan restoran.

Dalam pemberitaan Bisnis.com, Bahlil menyebut CNG telah digunakan di beberapa sektor tersebut. Pengalaman pemanfaatannya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengembangkan penggunaan CNG untuk masyarakat.

Meski begitu, penerapan CNG untuk rumah tangga memiliki tantangan tersendiri. Pemerintah perlu memastikan tabung dapat digunakan dengan aman, distribusinya tersedia, serta skema bisnisnya memungkinkan gas tersebut dijangkau masyarakat.

baca juga

Penggunaan CNG 3 Kg Masih Menunggu Evaluasi

Pemerintah telah melakukan uji coba CNG dalam tabung 3 kg secara terbatas, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Menurut keterangan Kementerian ESDM yang diberitakan ANTARA, uji coba tersebut telah berlangsung selama satu bulan dan dilanjutkan dengan evaluasi terhadap keseluruhan proses penggunaan, termasuk skema bisnis dan distribusinya.

Aspek keselamatan menjadi perhatian penting karena CNG disimpan pada tekanan yang jauh lebih tinggi daripada LPG. Tekanan CNG berada di kisaran 200–250 bar, sedangkan tekanan LPG berkisar 5–10 bar. Perbedaan ini membuat desain tabung, katup, dan sistem distribusinya harus memenuhi persyaratan yang sesuai.

Pemerintah juga masih mempersiapkan mekanisme penyaluran sebelum CNG 3 kg dapat diterapkan secara lebih luas. 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.