Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi saat ini dapat memiliki efek samping pada berbagai aspek, salah satunya dapat menurunkan kualitas udara akibat asap yang menyebar ke lingkungan sekitar. Salah satu upaya untuk mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan adalah menggunakan masker yang sesuai.
Namun, tidak semua jenis masker mampu menyaring partikel halus dari asap karhutla. Pemilihan masker perlu disesuaikan dengan kemampuan penyaringan dan tingkat kerapatannya saat digunakan. Untuk mengetahuinya, yuk, simak pembahasannya sampai habis!
Mengenal Kandungan Asap Karhutla
Asap karhutla terbentuk dari pembakaran vegetasi dan material lainnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asap kebakaran mengandung campuran partikel halus, gas pencemar, dan berbagai senyawa yang dapat berdampak pada kesehatan.
Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM) 2,5, yaitu partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan asap juga dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak karhutla perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memilih perlindungan pernapasan yang sesuai ketika harus bepergian.
Jenis Masker untuk Mengurangi Paparan Asap Karhutla
1. Masker N95
Masker N95 merupakan salah satu pilihan untuk membantu mengurangi paparan partikel halus di udara, termasuk partikel dari asap kebakaran. Berdasarkan standar NIOSH Amerika Serikat, respirator N95 yang memenuhi persyaratan dapat menyaring setidaknya 95% partikel uji di udara dalam kondisi pengujian yang ditentukan.
Masker ini dirancang agar menempel rapat pada wajah sehingga udara yang dihirup melewati bahan penyaringnya. Namun, efektivitasnya bergantung pada ukuran masker, kerapatan pemakaian, dan cara penggunaannya.
Saat kualitas udara memburuk akibat karhutla, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dapat mempertimbangkan respirator N95 yang memenuhi standar dan sesuai dengan bentuk wajah.
2. Masker KN95
KN95 merupakan respirator yang menggunakan standar penyaringan dari Tiongkok. Seperti N95, jenis masker ini dirancang untuk menyaring partikel halus di udara, dengan persyaratan penyaringan nominal setidaknya 95% berdasarkan standar yang berlaku.
KN95 dapat menjadi alternatif untuk mengurangi paparan partikel asap apabila produknya memenuhi standar dan digunakan dengan benar. Perlu diperhatikan bahwa label KN95 saja tidak menjamin mutu setiap produk. Masyarakat sebaiknya memilih produk dari produsen tepercaya serta memastikan masker dapat menutup hidung, mulut, dan dagu dengan rapat.
3. Respirator P100
Selain N95, respirator P100 juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikel halus dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), filter P100 memiliki efisiensi penyaringan minimal 99,97 persen berdasarkan pengujian standar.
Dalam panduan mengenai perlindungan dari asap kebakaran, NIOSH menyebut respirator N95 dan P100 sebagai pilihan untuk membantu mengurangi paparan partikel halus serta abu dan partikel asap yang terhirup.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Masker
Memilih jenis masker yang tepat perlu diikuti dengan cara penggunaan yang benar. Respirator yang tidak menempel rapat pada wajah dapat membuat udara masuk melalui celah di sekitar hidung dan pipi.
Pastikan masker menutup hidung, mulut, hingga bagian bawah dagu. Atur tali dan penjepit hidung sesuai petunjuk produk, lalu periksa apakah terdapat celah di bagian tepinya. Respirator juga perlu diganti sesuai petunjuk produsen, terutama jika rusak, kotor, atau sulit digunakan untuk bernapas.
Selain menggunakan masker, sebaiknya kita tetap berusaha dengan dengan upaya lain untuk mengurangi paparan asap, seperti membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela ketika udara di luar tercemar, serta memantau informasi kualitas udara dan imbauan dari pihak berwenang. Jika kondisi udara sudah tidak sehat, pilihan paling aman adalah mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.


