Mengekspresikan kepedulian terhadap tragedi kebakaran hutan dan lahan alias karhutla bisa dilakukan di mana saja, termasuk di pinggir lapangan hijau. Itu pula yang terjadi di gelaran Super League 2026โ2027.
Jika diperhatikan, ada yang berbeda dari spanduk-spanduk yang dibentangkan suporter di tribune penonton. Terbentangnya spanduk dengan berbagai tulisan dan gambar yang menghiasinya memang hal biasa. Akan tetapi, menjadi menarik ketika pesan yang terpampang di dalamnya menyinggung soal karhutla.
Saat Persib Bandung menjamu Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Minggu, 18 Oktober 2026, kelompok suporter Persib, Bobotoh, terlihat membentangkan tiga spanduk yang menyoroti karhutla di Indonesia. Masing-masing spanduk bertuliskan "All Eyes On Karhutla", "No Forest No Future FK Greed", serta "Langit Seharusnya Biru".

Tak sulit menerka makna dari pesan yang tertulis dalam spanduk yang terbentang di bagian tengah Tribune Utara itu. Karhutla masih butuh perhatian, hutan haruslah dijaga untuk masa depan, dan gelapnya langit akibat tutupan kabut asap akibat pohon-pohon yang terbakar bukanlah hal yang wajar.
Pada hari yang sama, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya juga menggelar laga Super League di mana Persebaya Surabaya menjamu PSS Sleman. Kala kedua tim berduel, spanduk dengan isi pesan serupa pun terlihat di tribune penonton. Tulisan yang tampak tersemat antara lain "Save Kalimantan", "Merusak Bumi=Membunuh Manusia #SaveHutanIndonesia", serta "Hentikan Pembakaran Hutan dan Lahan".
Selain membentangkan spanduk, suporter Persebaya, Bonek dan Bonita, juga menggalang aksi sosial untuk membantu masyarakat terdampak karhutla. Caranya, dengan mengajak seluruh suporter untuk menyumbangkan masker lewat gerakan "One Man One Mask".
"Selama ini teman-teman Bonek sudah menunjukkan bahwa sepak bola itu tidak berhenti 90 menit. Sepak bola itu hadir juga untuk kemanusiaan dan persatuan," ujar seorang Bonek yang menginisiasi gerakan ini, Tulus Budi alias Cak Tulus.
Wajar apabila isu karhutla mendapat perhatian besar dari semua pihak, termasuk suporter sepak bola. Sebab, dampak yang ditimbulkan memang tak main-main. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 21 Oktober 2026, akumulasi kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak karhutla yang berada di 68 kabupaten/kota di 7 provinsi telah menembus angka 333.470 kasus, terhitung sejak 18 Agustus 2026. Ngerinya lagi, 75.172 kasus menimpa anak pada usia 0โ5 tahun.
Banyaknya kasus ISPA tak lepas dari udara yang tercemar pekatnya kabut asap yang membawa partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, serta senyawa organik beracun. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kemenkes per Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 08.40 WIB menunjukkan udara di beberapa daerah punya nilai PM2.5 di atas 300, yang berarti sudah termasuk ke dalam kategori hitam atau "Berbahaya".
Selain suporter Persib dan Persebaya, kelompok pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, tak ketinggalan menyampaikan pesan kepedulian terhadap karhutla lewat spanduk. Saat Persija menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu, 21 Oktober 2026, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "All Eyes on Karhutla".
Spanduk itu berukuran besar. Warnanya putih sementara tulisannya hitam dan merah. Kombinasi warna seperti demikian cukup untuk membuatnya tampak begitu jelas, sejelas pesan apa yang tertulis di sana.
Hanya saja, pembentangan spanduk ini tidak berjalan sepenuhnya mulus. Steward sempat meminta spanduk diturunkan. Alasannya, khawatir tim dikenai sanksi denda.
Momen saat spanduk diminta diturunkan olehย steward terekam dalam video yang dipublikasikan oleh Jakmania Dukuh Zamrud sehari setelah pertandingan. Dalam video tampak, suporter menanyakan alasan mengapa spanduk harus diturunkan.
"Saya hanya menyampaikan saja biar sama-sama enak. Disuruh turunin aja, katanya kena denda," tuturย steward yang sosoknya terekam.
Suporter kemudian terus mempertanyakan hal yang sama. Apalagi, tidak ada kata-kata kotor yang tertulis di spanduk.
"Kita hanya menjalankan aja," kataย steward dalam video lagi.

Menariknya, alih-alih "menghilang", spanduk justru terus terpampang dengan jelas. Bahkan setelah pertandingan selesai, spanduknya justru terpasang di jembatan penyeberangan tepat di depan stadion sehingga dapat terlihat jelas oleh pengguna jalan.
Bukan cuma stadion yang menjadi tempat pesan kepedulian disuarakan. Ada pula tempat-tempat lain yang tak kalah "unik". Yang sempat ramai dibicarakan, enam aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai dengan memanjat dan membentangkan dua spanduk raksasa di atas Monumen Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Tak butuh waktu lama, spanduk itu menjadi atensi nasional dan fotonya banyak dibagikan ulang di media sosial.
ย
ยย
ย


