Antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik terus terdengar, tetapi harga unit baru kerap menjadi penghalang. Di Tangerang Selatan, Banten, Spora EV menawarkan jalur lain, yaitu mengubah mobil bensin milik konsumen menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.
Spora EV sendiri merupakan perusahaan rintisan (startup) teknologi dan rekayasa rancang bangun (design engineering) kendaraan listrik asal Indonesia. Mobil lama di garasi menjadi bahan dasarnya. Pemerintah telah mengatur konversi ini lewat Permenhub Nomor PM 15 Tahun 2022, sehingga prosesnya memiliki landasan hukum dan tahapan uji yang jelas.
Cara Kerja Konversi Mobil Listrik di Spora EV
Spora EV berdiri pada November 2020 atas inisiatif Triharsa Adicahya dan Sarwono K. Bawono, yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di riset dan pengembangan otomotif. Perusahaan rintisan ini mengusung dua misi, yaitu mempercepat adopsi kendaraan listrik dan memperkuat kemampuan teknik Indonesia.
Prosesnya dimulai dari mobil lama yang dibawa pemilik ke bengkel. Mekanik melepas mesin bensin, tangki, filter, dan pompa bahan bakar, lalu memasang motor listrik, pengontrol, paket baterai, serta pengisi daya terintegrasi. Konversi hanya dikerjakan atas permohonan pemilik kendaraan.

Electric cars Donald MacConachie made in the 1970's | Wikimedia Commons | Karya: Kevin Rungai
Layanan yang tercantum meliputi konversi kendaraan listrik, pengembangan spesifikasi, dan perubahan registrasi kendaraan. Sasarannya beragam, dari mobil klasik, bus, dan truk logistik hingga sepeda motor. Perusahaan ini juga pernah mengembangkan sepeda kargo listrik untuk Smesco, lembaga pengembangan usaha kecil dan menengah milik pemerintah.
Triharsa Adicahya, pendiri sekaligus CEO, menyampaikan pandangannya tentang kerja tim dalam profil perusahaan.
βKerja sama tim mewujudkan impian, tetapi visi bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika seorang pemimpin memiliki mimpi besar tetapi timnya buruk,β jelasnya.
Biaya Konversi dan Penghematan Bahan Bakar
Menurut profil resmi Spora EV, biaya konversi umumnya 30-50% lebih rendah daripada kendaraan listrik baru berspesifikasi sebanding, tidak termasuk harga kendaraan donor.
Untuk pemakaian harian, data pengguna mencatat pengeluaran bensin Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per bulan dapat turun menjadi sekitar Rp400 ribu untuk pengisian daya, atau hemat sekitar 60-80%. Perhitungan itu belum memasukkan biaya konversi di muka.
Biaya awal mobil tetap besar. Profil resmi Spora EV sendiri menyebut harga yang lebih tinggi sebagai salah satu tantangan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Berdasarkan catatan dalam arsip berita Tempo, tertulis bahwa konversi mobil berkisar dari Rp250 juta hingga Rp900 juta, dengan pengerjaan dua sampai enam bulan, tergantung jenis kendaraan.
Sarwono K. Bawono, pendiri bersama sekaligus COO, menyampaikan arah perusahaan di situs resmi.
βKami percaya bahwa kendaraan listrik merupakan langkah penting menuju masyarakat rendah karbon, tetapi ini hanyalah langkah pertama,β tuturnya.
Legalitas & Keamanan Konversi Mobil Listrik
Permenhub Nomor PM 15 Tahun 2022 ditetapkan pada 9 Agustus 2022 dan diundangkan 12 Agustus 2022. Aturan ini berlaku bagi kendaraan yang sudah terdaftar, dibuktikan dengan BPKB dan STNK.
Konversi hanya boleh dikerjakan bengkel yang disetujui Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal, memiliki teknisi bersertifikat, dan menyiapkan peralatan uji khusus. Teknisi perancangan konversi, misalnya, harus berpengalaman kerja paling sedikit tiga tahun di bidang mekanikal, elektrikal, dan perancangan otomotif. Daftar bengkel konversi dimuat di laman Kementerian Perhubungan.

Close-up of an electric car charging | Wikimedia Commons | Pengarang: Ivan Radic
Setiap mobil hasil konversi wajib melewati uji kelayakan komponen dan uji tipe fisik, antara lain rem, lampu utama, klakson, dan uji tanjakan. Permohonan uji disertai hasil cek fisik kendaraan dari Kepolisian. Hasil uji diterbitkan paling lama lima hari kerja setelah pengujian selesai. Jika lulus, pemerintah menerbitkan Sertifikat Uji Tipe Konversi.
Sertifikat itu menjadi dasar perubahan registrasi dan identifikasi kendaraan. Dari sisi keselamatan, baterai harus ditempatkan pada ruang terisolasi dengan sistem pencegah pengisian berlebih, dan kabel bertegangan tinggi wajib berwarna oranye.
Infrastruktur Pengisian & Talenta Teknik Lokal
Ketersediaan stasiun pengisian listrik umum dan pilihan kendaraan listrik yang terbatas masih menjadi tantangan. Pada 21 Juli 2022, Spora EV dan EVCuzz menandatangani nota kesepahaman untuk mengatasinya.
CEO EVCuzz Abdul Rahman Elly menggambarkan kebutuhan itu dengan contoh perusahaan logistik.
βKolaborasi ini sangat strategis. Bayangkan jika sebuah perusahaan logistik dengan sekitar 1000 armada mobil ingin pindah ke kendaraan listrik, tentu perlu disiapkan juga infrastrukturnya,β ungkapnya.
Dari sisi sumber daya manusia, profil resmi menyebut Institut Spora sebagai pusat pelatihan, konsultasi, dan studi kebijakan, termasuk pelatihan bagi mekanik dan teknisi kendaraan listrik.
Menurut pemberitaan tentang regulasi konversi, pemerintah memandang konversi perlu dilakukan agar program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai menjangkau segala lapisan masyarakat.

