Siapa pawang hujan GP Mandalika? Mbak Rara pawang hujan GP Mandalika menjadi sosok yang sempat fenomenal ketika aksinya di tengah derasnya guyuran hujan pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 atau GP Mandalika 2022 yang lalu sempat menyedot perhatian dunia maya. Saat lintasan Sirkuit Mandalika tergenang air dan mengancam keselamatan para pembalap kelas dunia, kemunculan wanita ini di sepanjang pit lane menjadi sorotan kamera internasional.
Kehadiran Mbak Rara pawang hujan kala itu membawa nuansa kearifan lokal di tengah modernitas ajang balap paling bergengsi. Momen tersebut menjadi perpaduan unik antara sains olahraga motor modern dengan tradisi budaya nusantara yang berhasil menghibur jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia.
Aksi Mbak Rara Pawang Hujan GP Mandalika 2022 yang Sempat Viral
Pada gelaran MotoGP Mandalika tahun 2022 yang lalu lebih tepatnya pada (20/03/2022) hujan deras mengguyur Sirkuit Mandalika, demi keselamatan para pembalap, balapan MotoGP yang harusnya dimulai pada pukul 14.00 WIB atau 15.00 WITA sempay ditunda hingga hujan mereda. Saat itu Mbak Rara lengkap dengan alatnya beraksi menjadi pawang hujan di Mandalika viral menjadi perhatian publik.
Sosok dibalik pawang hujan GP Mandalika tersebut adalah Raden Rara Istiati Wulandari. Perempuan kelahiran Jayapura, Papua tahun 1983 yang menetap di Bali ini memang sudah lama dikenal menguasai ilmu spiritual penolak hujan. Keahliannya diakui oleh pihak penyelenggara hingga ia resmi ditugaskan sejak sesi tes pramusim pada Maret 2022.
Selama bertugas menjadi pawang hujan, Mbak Rara menjalankan serangkaian ritual khas, seperti berjalan tanpa alas kaki di area lintasan, melantunkan mantra, serta menggetarkan singing bowl atau mangkuk tembaga kuningan untuk mengendalikan awan mendung.
Tugasnya di GP Mandalika saat itu memerlukan dedikasi intensif di lapangan selama 21 hari berturut-turut. Atas kinerjanya pada ajang internasional tersebut, ia mendapatkan apresiasi finansial yang cukup fantastis. Pada saat itu, dengan honorarium kurang lebih senilai Rp5.000.000/hari, jika selama 21 hari kerja, maka akumulasi pendapatan yang diperoleh Mbak Rara mencapai Rp105.000.000 (seratus lima juta rupiah). Namun, dinamika penyelenggaraan balapan terus berkembang secara profesional.
Apakah GP Mandalika 2026 Masih Menggunakan Pawang Hujan?
Pada perhelatan GP Mandalika 2026 tahun ini, belum adanya konfirmasi dari penyelenggara apakah menggunakan jasa pawang hujan. Keputusan pastinya juga didasari oleh prakiraan cuaca resmi dari BMKG yang menunjukkan kondisi Indonesia terkini khususnya Lombok dan sekitar kawasan Pertamina Mandalika International Circuit yang diperkirakan masih cerah tanpa potensi curah hujan tinggi selama GP Mandalika 2026 akan digelar akhir pekan mendatang.
Kendati demikian, kenangan atas aksi spritual Mbak Rara yang sempat viral di sosial media tetap tercatat sebagai salah satu warna paling berkesan dalam sejarah MotoGP Mandalika.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung keseruan para pembalap MotoGP andalan Anda bersaing menjadi juara di Lombok, dalam agenda utama GP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung mulai besok 9 - 11 Oktober 2026. Pastikan Kawan GNFI tidak melewatkan jadwal MotoGP Mandalika 2026 di lintasan kebanggaan Indonesia ini.
Ingin menjelajahi kisah inspiratif, kearifan lokal, dan kabar positif seputar Nusantara lainnya? Yuk, perkaya wawasan Kawan GNFI dengan membaca deretan artikel menarik lainnya di portal Good News From Indonesia!


