Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa kendala pada pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang sempat mengalami kebocoran telah berhasil ditangani sepenuhnya.
Saat ini, aliran gas menuju fasilitas produksi minyak di Blok Rokan sudah kembali berjalan dengan kapasitas maksimal. Pemulihan infrastruktur ini dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan standar keselamatan ketat guna mencegah terulangnya insiden di masa mendatang sehingga distribusi energi ke wilayah tersebut kini berada pada tekanan yang layak.
Meskipun pasokan gas sudah kembali normal, operasional produksi minyak di Blok Rokan masih memerlukan waktu singkat untuk kembali ke level optimal. Berdasarkan koordinasi dengan PT Pertamina Hulu Rokan, proses pemulihan teknis di lapangan diperkirakan akan tuntas dalam dua hari ke depan.
"Aliran gas sudah dibuka maksimal dan tekanannya sudah berada pada level yang layak untuk dikirim ke berbagai tempat, termasuk ke Rokan. Pemulihan ini kami lakukan dengan sangat hati-hati demi mengutamakan aspek keselamatan kerja," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kehilangan produksi akibat insiden tersebut, pemerintah kini menggandeng SKK Migas untuk menggenjot hasil produksi dari berbagai sektor penunjang lainnya. Optimalisasi ini mencakup dorongan terhadap sumur-sumur minyak baru maupun pengelolaan sumur tradisional di daerah seperti Palembang guna menambal celah produksi yang sempat terkendala.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


