Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara melancarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Langkah ini diambil guna menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat prediksi hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut hingga akhir Januari 2026. Operasi yang dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma ini menggunakan pesawat jenis Casa 212 untuk menyemai bahan NaCl (garam) dan CaO (kapur) pada awan-awan yang berpotensi membawa hujan lebat menuju daratan.
Strategi dalam operasi ini adalah menjatuhkan awan hujan saat masih berada di atas perairan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek. Selain itu, penyemaian dilakukan untuk menghambat pertumbuhan awan baru sehingga tidak berkembang secara optimal di daratan.
Upaya mitigasi proaktif ini merupakan bentuk respon terhadap dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus di langit Indonesia bagian selatan.
"Penyemaian diprioritaskan untuk menjatuhkan awan-awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek. Kami juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita dapat meminimalisir risiko bencana," papar Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto.
Berdasarkan analisis terbaru, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diprakirakan akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian hingga 26 Januari mendatang. Wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjadi perhatian utama karena adanya pengaruh bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang karena kondisi atmosfer yang sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


