Pemerintah melalui Perum Bulog resmi melonggarkan batasan pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jika sebelumnya masyarakat hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kantong per orang, kini jatah tersebut ditambah menjadi lima kantong atau setara 25 kilogram.
Keputusan ini diambil sebagai respons atas tingginya permintaan warga serta kondisi cadangan beras di gudang Bulog yang saat ini dinilai sangat mencukupi untuk mempercepat penyaluran ke berbagai lapisan masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan di tingkat konsumen secara lebih luas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan. Distribusi beras subsidi ini dipastikan tetap menyasar pasar-pasar tradisional dan diperluas hingga ke kanal ritel modern di seluruh wilayah. Penyaluran yang lebih masif ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga beras di pasar yang kerap fluktuatif menjelang masa tanam.
“Kami melonggarkan aturan karena melihat animo masyarakat yang ingin membeli dalam jumlah lebih banyak. Selain itu, stok beras kami saat ini melimpah sehingga penyaluran perlu dipercepat agar barang segera sampai ke tangan konsumen,” ungkap Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Menghadapi musim panen raya yang diprediksi jatuh pada Februari mendatang, Bulog telah menyiapkan strategi agar harga di tingkat petani tidak tertekan. Volume penyaluran SPHP akan dikurangi pada wilayah-wilayah sentra produksi
pangan seperti Jawa, Lampung, dan Sulawesi Selatan saat panen berlangsung. Sebaliknya, distribusi akan tetap diperkuat di daerah yang bukan penghasil utama guna menjaga keseimbangan pasokan nasional. Pengaturan volume distribusi secara dinamis ini menjadi kunci agar stabilitas harga tetap terjaga baik di sisi produsen maupun konsumen.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


