Pemerintah berkomitmen memperkokoh infrastruktur logistik nasional melalui rencana pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) sebagai payung hukum proyek tersebut segera setelah menyelesaikan kunjungan kerja dari London, Inggris. Proyek ini didukung dengan alokasi anggaran mencapai Rp5 triliun dan dirancang untuk mengoptimalkan penyimpanan serta pengolahan hasil bumi secara lebih modern dan terintegrasi.
Gudang-gudang baru tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan statis, melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti mesin pengering (dryer), silo, hingga unit penggilingan padi (Rice Milling Unit). Penempatan fasilitas ini akan disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di tiap daerah, baik itu beras maupun jagung. Dengan adanya fasilitas pengolahan di lokasi gudang, kualitas hasil panen petani diharapkan dapat lebih terjaga sehingga stabilitas pasokan pangan nasional tetap terkendali dengan baik.
“Prioritas awal akan dilakukan di wilayah yang akses logistiknya sudah siap seperti Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatra, sebelum berlanjut ke pulau-pulau terdepan di sepanjang tahun 2026,” jelas Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Pelaksanaan pembangunan tahap awal akan memprioritaskan wilayah-wilayah besar yang secara logistik lebih mudah dijangkau untuk mempercepat dampak kemanfaatan bagi masyarakat. Sementara itu, wilayah tertinggal dan pulau-pulau terdepan tetap masuk dalam daftar prioritas pembangunan pada tahap berikutnya di tahun yang sama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


