Perum Bulog memberikan jaminan ketersediaan pasokan pangan di wilayah Sumatra, terutama daerah yang terdampak bencana, menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan.
Melalui penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bulog telah mendistribusikan puluhan ribu ton beras ke berbagai titik strategis di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga di pasar serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama hari besar keagamaan.
Selain fokus pada ketersediaan beras, Bulog juga menambah stok komoditas pendukung lainnya seperti minyak goreng dan gula. Di Aceh, penguatan stok dilakukan secara khusus untuk mendukung tradisi Meugang yang rutin dirayakan warga menjelang Ramadan.
Di Sumatra Utara, mekanisme pengiriman antarwilayah menggunakan kapal kargo diperkuat dengan dukungan TNI Angkatan Laut guna menjangkau daerah-daerah dengan akses sulit seperti Sibolga, sehingga distribusi pangan tidak terhambat oleh kendala geografis pascabencana.
"Kami memastikan ketersediaan pangan di Aceh, Sumatra Utara, maupun Sumatra Barat masih sangat mencukupi untuk kebutuhan cadangan pemerintah. Kami telah mendorong tambahan stok beras, minyak goreng, dan gula melalui jalur laut yang diperkirakan tiba dalam waktu dekat," jelas Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Di wilayah Sumatra Barat, penyaluran cadangan pangan difokuskan pada daerah yang terdampak bencana paling parah seperti Pesisir Selatan dan Tanah Datar. Meskipun sebagian besar wilayah tersebut baru saja mengalami musibah alam, stok pangan di gudang-gudang lokal dipastikan masih berada pada level aman.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


