Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) 1 di Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyelesaian infrastruktur ini menjadi prioritas utama agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi tinggal di tenda pengungsian saat memasuki Bulan Ramadan. Pembangunan yang cepat ini diharapkan dapat memulihkan rasa aman serta mendukung aktivitas sosial-ekonomi warga sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan maksimal.
Dalam pengerjaannya, WIKA menerapkan metode konstruksi modular Modular Lite (MOLI) yang efisien dan meminimalisir penggunaan alat berat di lokasi pascabencana. Kompleks huntara di Kecamatan Karang Baru ini kini siap menampung 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa. Lingkungan hunian juga ditata sedemikian rupa dengan penyediaan fasilitas air bersih, sanitasi, musala, serta ruang terbuka komunal yang kondusif bagi anak-anak untuk bermain dan belajar.
“Kami mendorong pembangunan ini secepat mungkin agar segera selesai. Seluruh pihak bekerja keras supaya saat Ramadhan nanti tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian,” jelas Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Selain Huntara 1, dukungan juga diberikan pada pembangunan Huntara 2 yang dirancang lebih adaptif terhadap iklim setempat dengan penggunaan material peredam panas pada atap. Fasilitas yang lebih sejuk dan nyaman ini bertujuan untuk mengurangi beban psikologis warga selama masa peralihan menuju hunian tetap.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


