Bank Indonesia terus memperluas jangkauan layanan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) ke mancanegara guna memperkuat ekosistem pembayaran digital lintas batas.
Pada kuartal pertama tahun 2026, layanan ini ditargetkan dapat digunakan secara penuh di China dan Korea Selatan. Dengan integrasi ini, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut dapat melakukan transaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran digital mereka tanpa harus menukarkan mata uang ke dalam bentuk tunai sehingga proses transaksi menjadi lebih efisien dan aman.
Perluasan ke China dan Korea Selatan ini menambah daftar negara yang telah terkoneksi dengan QRIS setelah sebelumnya sukses diimplementasikan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Pertumbuhan transaksi QRIS yang mencapai 139,99 persen secara tahunan hingga akhir 2025 menjadi landasan kuat bagi Bank Indonesia untuk terus menambah jangkauan kerja sama.
"Saat ini kami juga sedang berdiskusi dengan India serta merencanakan kerja sama dengan beberapa negara lainnya. Target besar kami di tahun 2026 adalah mencapai 17 miliar transaksi melalui 45 juta gerai yang menerima QRIS sehingga memberikan kemudahan bagi 60 juta pengguna di delapan negara mitra," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.
PBank Indonesia memproyeksikan akan ada delapan negara yang menjalin konektivitas pembayaran lintas batas sehingga ekosistem digital Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


