Komoditas perikanan dari Sulawesi Selatan kembali mencatatkan pencapaian di kancah perdagangan internasional. Sebanyak dua ton telur ikan terbang kering (dried flying fish roe) diberangkatkan dari Makassar menuju Xiamen, China, melalui pengiriman jalur udara. Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk hasil laut dari wilayah pesisir, khususnya perairan Takalar, memiliki daya saing tinggi dan mampu memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh pasar global yang sangat ketat.
Pengiriman sebanyak 100 karton komoditas ini menjadi bukti bahwa sektor perikanan merupakan penggerak ekonomi daerah yang potensial. Aktivitas ekspor tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan dan pelaku industri pengolahan di Sulawesi Selatan.
Selain meningkatkan nilai tambah produk lokal, keberlanjutan ekspor ini sangat bergantung pada konsistensi penjagaan kualitas serta kepatuhan terhadap regulasi internasional agar kepercayaan negara tujuan tetap terjaga.
“Kami telah memastikan 100 karton telur ikan terbang ini melewati serangkaian tindakan karantina. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, komoditas ini dinyatakan sehat, dipastikan keamanan mutunya, dan memenuhi syarat negara tujuan. Ketika negara tujuan percaya pada standar karantina Indonesia, itu berarti kepercayaan terhadap seluruh sistem perdagangan kita meningkat,” ujar Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


