Pesawat tempur Rafale menjadi perhatian publik seiring rencana kedatangannya ke Indonesia sebagai bagian dari penguatan alat utama sistem senjata TNI Angkatan Udara. Jet tempur buatan Prancis ini diproyeksikan meningkatkan kemampuan pertahanan udara nasional secara signifikan.
Kehadiran pesawat Rafale Indonesia juga menandai langkah strategis pemerintah dalam modernisasi militer Indonesia.
Jadwal Kedatangan Pesawat Rafale ke Indonesia
Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa apabila tidak ada hambatan, batch awal pesawat Rafale Indonesia akan tiba pada akhir Januari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Meski demikian, jadwal tersebut belum bersifat final. Pemerintah masih melakukan penyesuaian terkait kesiapan teknis dan koordinasi antara Indonesia dan Prancis.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengungkapkan secara rinci berapa jumlah pesawat tempur Rafale yang akan datang pada tahap awal. Selain itu, teknis kedatangan, termasuk mekanisme pengiriman dan lokasi pendaratan, juga masih dalam tahap pembahasan.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara bertahap dan terencana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Keunggulan Pesawat Tempur Rafale
Pesawat tempur Rafale merupakan jet tempur multirole buatan Dassault Aviation yang dirancang untuk berbagai misi seperti pengintaian udara, serangan jarak dekat hingga jauh. Pesawat ini dapat menggunakan jenis senjata apapun
Spesifikasi singkat pesawat Rafale:
Dimensi: Panjang 15,3 meter, rentang sayap 10,9 meter, tinggi 5,3 meter
Kecepatan maksimum: Mach 1,8 atau sekitar 2.200 km/jam
Ketinggian operasional: Hingga 15 kilometer
Radius tempur: Sekitar 1.850 kilometer
Daya jelajah: Mencapai 3.700 kilometer
Mesin: Dua turbofan Snecma M88-2
Kapasitas senjata: Hingga 14 titik cantelan
Beban muatan: Lebih dari 9 ton
Keunggulan pesawat Rafale terletak pada fleksibilitas misi, sistem avionik modern, kemampuan peperangan elektronik, serta efisiensi operasional.
Dengan teknologi tersebut, pesawat ini diharapkan mampu menggantikan pesawat BAe Hawk 100/200 yang sudah lama digunakan. Pesawat tempur baru Indonesia ini juga akan memperkuat daya tangkal dan kesiapan pertahanan udara Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


