Setiap empat tahun sekali, Piala Dunia menjadi perhatian miliaran orang di seluruh dunia. Pertandingan tidak hanya memenuhi stadion, tetapi juga layar televisi, layanan streaming, dan media sosial.
Besarnya perhatian tersebut membuat Piala Dunia bukan sekadar ajang sepak bola, melainkan sebuah industri yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari media, sponsor, pariwisata, hingga perdagangan.
Nilai ekonomi Piala Dunia tidak hanya berasal dari pertandingan di lapangan, tetapi dari perhatian masyarakat dunia. Dalam dunia bisnis, semakin besar jumlah penonton suatu acara, semakin tinggi pula nilai komersialnya.
Karena itulah perusahaan media bersedia membayar mahal untuk memperoleh hak siar, sementara berbagai merek global berlomba menjadi sponsor resmi demi menjangkau jutaan hingga miliaran calon konsumen dalam satu momentum.
Dalam anggaran resmi FIFA, total pendapatan yang dianggarkan untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar US$8,91 miliar, dengan sebagian besar berasal dari penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, menjadikannya turnamen dengan nilai komersial terbesar dalam sejarah FIFA.
Peningkatan tersebut didorong oleh format baru yang melibatkan 48 negara dan 104 pertandingan, sehingga membuka lebih banyak peluang penjualan hak siar, tiket, kerja sama sponsor, serta meningkatkan kunjungan wisata ke negara tuan rumah.
Pandangan tersebut juga didukung oleh S&P Global Market Intelligence (2026). Lembaga riset tersebut menilai bahwa perluasan format Piala Dunia menjadi 48 tim dengan 104 pertandingan akan meningkatkan nilai komersial turnamen.
Semakin banyak pertandingan berarti semakin besar peluang penjualan hak siar, bertambahnya eksposur bagi sponsor, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di kota-kota penyelenggara.
Dengan kata lain, perubahan format ini tidak hanya membuat kompetisi semakin besar, tetapi juga memperluas potensi pendapatan bagi berbagai pihak yang terlibat.
Berarti, setiap pertandingan bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi global. Inilah yang membuat Piala Dunia berkembang menjadi salah satu bisnis olahraga terbesar di dunia.
Hak Siar dan Sponsor: Mesin Uang Terbesar Piala Dunia
Sumber pendapatan terbesar FIFA bukan berasal dari penjualan tiket, melainkan hak siar. Hak siar merupakan izin resmi yang diberikan kepada stasiun televisi dan platform streaming untuk menayangkan pertandingan Piala Dunia.
Nilainya sangat tinggi karena turnamen ini mampu menarik perhatian miliaran penonton, sehingga perusahaan media dapat menjual slot iklan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Menurut FIFA Annual Report 2024, pendapatan dari hak siar pada siklus 2023–2026 diproyeksikan mencapai sekitar US$4,26 miliar, menjadikannya penyumbang pendapatan terbesar FIFA.
Format baru Piala Dunia 2026 yang menghadirkan 104 pertandingan juga meningkatkan nilai hak siar karena perusahaan media memperoleh lebih banyak konten untuk ditayangkan.
Selain hak siar, FIFA memperoleh pendapatan besar dari sponsor. Perusahaan-perusahaan global seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, dan Hyundai rela mengeluarkan dana miliaran dolar agar merek mereka tampil selama Piala Dunia.
Bagi mereka, turnamen ini merupakan kesempatan untuk menjangkau audiens global dalam satu waktu, sesuatu yang sulit diperoleh melalui media promosi biasa.
FIFA memperkirakan pendapatan dari kerja sama sponsor dan pemasaran pada siklus 2023–2026 mencapai sekitar US$2,85 miliar. Jika hak siar menghasilkan pendapatan dari penjualan tayangan pertandingan, maka sponsor memperoleh nilai dari besarnya perhatian masyarakat dunia.
Kombinasi keduanya menjadi fondasi utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu bisnis olahraga terbesar di dunia.
Dampak Piala Dunia Tidak Hanya Dirasakan FIFA
Keuntungan ekonomi dari Piala Dunia tidak hanya dinikmati oleh FIFA. Negara dan kota yang menjadi tuan rumah juga memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung.
Jutaan suporter yang datang dari berbagai negara membutuhkan hotel, transportasi, restoran, hingga tempat wisata. Kondisi ini menciptakan peluang usaha bagi pelaku bisnis lokal sekaligus meningkatkan pendapatan sektor pariwisata.
Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia juga membuka lapangan pekerjaan, baik sebelum maupun selama turnamen berlangsung. Persiapan pembangunan atau renovasi stadion, peningkatan infrastruktur, layanan transportasi, keamanan, hingga kebutuhan relawan melibatkan ribuan tenaga kerja.
Setelah turnamen dimulai, sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, dan hiburan ikut mengalami peningkatan permintaan karena banyaknya wisatawan yang datang.
Menurut studi dampak ekonomi yang dirilis FIFA bersama OpenEconomics, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi hingga sekitar US$47 miliar bagi Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen ini juga diproyeksikan menciptakan sekitar 290.000 lapangan kerja serta menghasilkan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor.
Angka tersebut menunjukkan bahwa manfaat Piala Dunia tidak berhenti pada penyelenggara, tetapi juga dirasakan oleh ekonomi negara tuan rumah.
Piala Dunia 2026 Membuka Peluang Bisnis yang Lebih Besar
Edisi 2026 menjadi titik penting dalam sejarah Piala Dunia karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara dengan total 104 pertandingan. Bertambahnya jumlah peserta membuat turnamen berlangsung lebih lama dan melibatkan lebih banyak kota penyelenggara.
Dari sisi bisnis, perubahan ini membawa banyak peluang. Lebih banyak pertandingan berarti lebih banyak tiket yang dapat dijual, lebih banyak jam siaran yang ditawarkan kepada perusahaan media, lebih banyak ruang promosi bagi sponsor, serta lebih banyak wisatawan yang datang.
Tidak mengherankan jika FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi dengan nilai komersial terbesar sepanjang sejarah.
Pada akhirnya, kekuatan utama Piala Dunia bukan hanya terletak pada kualitas pertandingan, tetapi pada kemampuannya menyatukan perhatian miliaran orang. Perhatian tersebut menjadi aset yang bernilai tinggi bagi media, sponsor, dan berbagai sektor usaha lainnya.
Itulah sebabnya Piala Dunia tidak lagi dipandang sebagai sekadar kompetisi sepak bola, melainkan sebuah ekosistem bisnis global yang terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak pihak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

